The League of Stockpickers

Posted on August 19th, 2008 by pratolo
Filed under Investing Basics | No Comments

champions leagueHidup adalah kompetisi, Anda suka atau tidak. Untuk masuk SMP favorit, (anak) kita harus berkompetisi, begitu pula masuk SMA favorit, apalagi kuliah di perguruan tinggi favorit. Ketika (anak) kita melamar kerja di perusahaan berkelas, maka ia pun harus berkompetisi. Atau, jika (anak) kita lebih suka berwirausaha, ketimbang bekerja untuk orang lain, maka agar perusahaan itu survive dan sustain, ia harus mengalahkan perusahaan lain dalam sebuah kompetisi bisnis yg ketat. Leading company means it leads the market among the others.

Kompetisi membuat hidup ini seru. Anda yg pecandu bola mengerti benar maksud saya. Makin ketat sebuah kompetisi, makin asyik kita menikmatinya. Liga Champions, kompetisi klub jawara papan atas liga eropa, berbeda kelasnya dengan Piala UEFA, kompetisi klub papan tengah liga eropa.

Pun di dunia pasar saham, para pemain / pelaku (stockpicker) terbagi menjadi tiga peringkat liga yg berbeda.

The Champions League of Stockpickers

Inilah “The League of Legends”, liga yg dihuni oleh sangat sedikit stockpicker yg dalam kurun panjang secara konsisten mengalahkan indeks market (long-term performers). Tujuh yg terbaik dan yg paling popular (The Magnificent Seven) adalah Benjamin Graham, Warren Buffet, John Templeton, Peter Lynch, John Neff, David Dreman, dan T.Rowe Price, Jr.

1. Benjamin Graham

Dialah Bapak Value Investing, sebuah cara berinvestasi hanya pada bisnis yg bernilai tinggi, pada harga diskon. Bukunya yg baru-baru ini diterjemahkan ke dalam Bahasa, The Intelligent Investor, adalah textbook wajib bagi para investor (meskipun Ben menulisnya dalam gaya yg membosankan). Ben Graham sejatinya bukan seorang manajer investasi seperti reksadana yg kita kenal sekarang, namun ia mengelola sebuah mutual fund tertutup utk sebuah yayasan bersama rekannya Jerome Newman dari th 1936-56.

Jurus investasi: ’the original’ value investing.

Rekor: valuasi cerdik Graham-Newman membeli saham GEICO pada harga $27 dan menjadi $54.000 pada akhir karirnya. John Train menulis dalam ”The Money Masters” (2000) bahwa reksadana tertutup Graham-Newman mendapat return 21% per tahun (compound average annual returns) sepanjang 20 th.

Karya: bersama rekannya sesama Profesor Columbia, David Dodd, menulis “Security Analysis” (1934), ”The Interpretation of Financial Statements”(1937), dan terakhir “The Intelligent Investor” (1949), sebuah buku yg membuat Warren Buffet datang dan belajar padanya di University of Columbia. Graham juga perintis apa yg kini dikenal sebagai Chartered Financial Analyst (CFA Institute).

2.Warren Buffet

Inilah dia The Greatest Investor of All. Buffet mengikuti Graham dalam value investing, namun punya gaya tersendiri dalam aplikasinya. Jika ia menemukan perusahaan yg bagus maka ia memutuskan utk membeli mayoritas saham bisnis tersebut. Inilah yg membuatnya menjadi orang terkaya no.1 di dunia, mengalahkan semua orang yg ada dalam list ini. Saham pilihannya antara lain: Coca Cola, Kraft Foods, See’s Candy, Gillette.

Read the rest of this entry »

Greatest Enemy of Greatness

Posted on July 23rd, 2008 by pratolo
Filed under Behavior Finance | 3 Comments

Dalam investasi, greed mendorong orang berbuat irrasional. Greed memicu dampak psikologis yg berbahaya. Dalam sejarah pasar modal, telah begitu banyak orang yg ingin kaya dengan cepat, membeli saham omong kosong tak bernilai. Meskipun pada akhirnya, saham-saham macam ini dapat diprediksi, jatuh kembali ke nilai aslinya yg tak lebih dari selembar kertas.

The Fundamental of Competitiveness: Leadership

Posted on July 20th, 2008 by pratolo
Filed under Fundamentals of Competitiveness | 3 Comments

Selanjutnya Iverson menulis, ”Melakukan yg terbaik utk jangka panjang sebuah bisnis seharusnya menjadi prioritas utama seorang manajer. Saya sarankan utk mereka yg akan mengejar karir manajemen: Jangan manjadi manajer jika yg Anda inginkan dari karir Anda adalah menjadi cepat kaya. Anda tidak akan pernah melakukan yg terbaik. Sesungguhnya, justru bisnis akan jauh lebih baik tanpa Anda.”

The Best Stock Investing Strategy on Earth

Posted on July 19th, 2008 by pratolo
Filed under Investing Basics | 3 Comments

There is always a myth about the ultimate power. On stock investing, the ultimate power is to timing the market. Market-timing opens the door for many investors to do far worse than the market averages.

10 + 1 Best Reasons to Invest in Stocks

Posted on July 10th, 2008 by pratolo
Filed under Investing Basics | 10 Comments

Hanya ada dua alternatif investasi terbaik dari menyimpan uang di bank: investasikan dlm bentuk saham atau sedekahkan uang Anda (maka di akhirat Anda akan mendapat return 700%).

In Hypercompetition, Prepare for the Unexpected

Posted on June 22nd, 2008 by pratolo
Filed under Business Strategy | 1 Comment

Juni, 20-22, 2008, tiga kejutan beruntun terjadi di perempat final Euro 2008 Austria-Swiss, Turki mengandaskan Kroasia (Juara Grup B), setelah sehari sebelumnya Jerman menaklukkan Portugal (Juara Grupa A), dan pagi dinihari ini Rusia menumbangkan Belanda (Juara Grup C). Tiga runner-up menyingkirkan tiga juara grup! Seketika itu saya teringat Richard D’Aveni dan teorema Hyper-competitive Rivalries-nya […]