State of Chaos

Posted on December 15th, 2009 by pratolo
Filed under Analysis | 6 Comments

Suatu kondisi berada dalam chaos ketika sebuah aturan konvensional (conventional wisdom) tidak lagi berlaku. Suatu system disebut chaos manakala tidak lagi dapat diprediksi sebab memiliki derajat ketidakpastian yang tinggi. Chaos adalah sebuah perilaku anti-tesis dari perilaku deterministik.

Kata chaos bersumber dari mitologi Yunani untuk menyebut jejadian gelap yang tercipta bersamaan dengan sebuah penciptaan (nothingness out of existence). Literatur Islam mengenal terminology yang serupa dengan sebutan Qorin, suatu jejadian yang tercipta bersamaan dengan penciptaan seorang manusia. Terminologi chaos kemudian digunakan para ilmuwan untuk menyebut suatu ketidakteraturan atau ketidakpastian sebuah sistem.

Sebagai ilustrasi chaos yang sederhana ditemukan dalam mekanika zat cair atau fluida. Suatu aliran yang teratur dan tenang disebut aliran laminar, sebaliknya suatu aliran yang tidak beraturan dan bergejolak disebut aliran turbulen. Sebuah sistem yang tenang disebut steady state, seringkali menggunakan pendekatan matematis linier. Sebuah sistem yang bergejolak disebut sistem yang tidak teratur (unsteady state), tidak dapat menggunakan pendekatan linier.

Teori chaos atau ketidakpastian kini banyak dikembangkan dalam berbagai cabang sains: meteorologi (untuk memperkirakan cuaca), astronomy (menghitung kepadatan dan sebaran benda-benda langit), fisika kuantum (perilaku atom tidak lagi dapat diperkirakan dengan fisika deterministik Newton), ekologi dan demografi (ledakan jumlah populasi), ekonomi (distribusi pendapatan), finance (pergerakan harga pasar komoditi dan mata uang), dan bahkan dalam sports.

World of Chaos

Adalah Edward Norton Lorenz, prefesor emiritus matematika MIT, yang pertama menggunakan pendekatan teori ketidakpastian dalam meteorologi untuk memperkirakan cuaca. Edward Norton Lorenz tidak puas dengan model statistika linier sebagai dasar perkiraan cuaca dan fenomena atmosfer lain, sehingga di tahun 1963 menulis suatu paper dalam Journal of Atmospheric Sciences, yang menjadi fundamental teori chaos dalam peramalan cuaca. The Butterfly Effect adalah sebuah gagasan orisinal Edward Norton Lorenz tentang bagaimana kepakan sayap kupu-kupu di belahan benua asia dapat menyebabkan tornado di amerika utara. Butterfly effect adalah analogi bagaimana sebuah sistem chaos dapat menghasilkan perubahan besar (large variations) dari penyebab yang sangat kecil (small difference initial condition).

Dalam sports, teori chaos dikembangkan Keith Lyons dari University of Wales, untuk membantu pelatih sepakbola memperkirakan output dari suatu strategi dan taktik permainan.

Pionir teori chaos lain adalah Benoit Mandelbrot, dalam bidang ekonomi dan finance. Melalui penelitian dan studi kasus bertahun-tahun, Benoit Mandelbrot menemukan bahwa fenomena pergerakan harga di pasar komoditas (oil, cotton, gold, etc), pasar ekuitas, dan pasar mata uang (dollar vs rupiah, dollar vs euro, etc), tidak mengikuti teori deterministik random walk sebagaimana dianut oleh banyak ekonom dan pakar finance. Seorang ekonom terkemuka dari Princetown, Burton Gordon Malkiel, menulis sebuah buku bagus tentang bagaimana teori deterministik bekerja dalam pasar ekuitas, A Random Walk Down Wall Street (ironisnya, saya membeli buku ini di sale oleh sebuah toko buku terkemuka).

Random walk dalam fenomena finance dianalogikan sama dengan gerak Brown dalam fenomena fisika, serangkaian gerak acak yang tidak menyimpang jauh dari posisi awalnya, sehingga dapat digunakan pendekatan statistika Gaussian. Benoit Mandelbrot mengamati bahwa fakta di lapangan berbeda dengan teori random walk. Gambar di bawah ini menunjukkan perbedaan itu. Benoit Mandelbrot kemudian menulis sebuah artikel di majalah Scientific American, mengkritik teori random walk, dengan judul Multifractal Walk Down Wall Street.

Read the rest of this entry »

Bait Al-Dzan

Posted on December 7th, 2009 by pratolo
Filed under Short Story | 2 Comments

Suatu ketika menjelang perayaan hari kemenangan pertempuran Djerba, sebuah pertempuran penting dalam sejarah melawan pasukan Byzantium, Lord O-zai mendengar kabar bahwa akan terjadi makar. Pada hari itu, tanggal dua belas bulan dua belas tahun dua ribu dua belas dalam kalender Daar Al-Wahm.

Doubt

Posted on December 3rd, 2009 by pratolo
Filed under Analysis | No Comments

Suatu tindakan dilakukan atas dasar keputusan. Suatu keputusan diambil atas dasar data empirik. Tapi tindakan dan keputusan apa yang akan anda ambil jika tidak ada bukti dan tidak ada saksi yang dapat menjadi dasar?

Di Depan Hukum

Posted on October 30th, 2009 by pratolo
Filed under Short Story | 1 Comment

“Tentunya setiap orang berusaha mencapai Hukum,” kata laki-laki itu, “namun bagaimana
mungkin selama bertahun-tahun ini tidak pernah ada orang selain saya yang berusaha
masuk?”

False Fundamental of Finance and Market Forecasting

Posted on October 21st, 2009 by pratolo
Filed under Finance | 7 Comments

Secara spesifik tulisan ini akan berguna bagi investor dan mahasiswa finance, tapi secara umum ia juga akan berguna bagi praktisi marketing, wartawan, ekonom, peneliti social science, dan siapa pun dengan profesi terkait statistika.

Too Big to Fail, Too Fool to Learn

Posted on October 8th, 2009 by pratolo
Filed under Finance | 5 Comments

Konsentrasi simpanan masyarakat di beberapa bank menimbulkan oligopoli. Nasabah tidak punya banyak pilihan. Hal sebaliknya berlaku bagi para bankir raksasa, jaminan bail out dari pemerintah akan membuat mereka melakukan tindakan ceroboh, ’We are too big too fail’.

Shock Doctrine: The Rise of Disaster Capitalism

Posted on October 6th, 2009 by pratolo
Filed under Books | 5 Comments

Apa yang membuat buku ini sangat penting dan istimewa adalah Naomi Klein berhasil membuktikan keterkaitan yang tak terbantahkan antara laissez-faire economics dengan krisis-krisis politik, ekonomi, dan terror yang terjadi dalam periode empat dekade terakhir.