Se7en Great Myths about Stocks

(c) pratolo.com 2008

 

1. Sama dengan Judi

Sebagian orang mengira investasi saham sama dengan judi. This is the most ridiculous myth about stocks. Stocks = Zero sum game? No way! Membeli saham di pasar modal sesungguhnya sama halnya membeli saham seorang rekan kita yg memiliki usaha warung kopi. Bedanya warung kopi di pasar modal itu bernama Starbucks, dan kita tidak membelinya langsung dari pemiliknya namun melalui jasa broker. Orang mengira ini sama saja judi hanya karena mendengar ada orang jatuh miskin gara-gara saham. Betul. Tapi ada juga orang jatuh miskin gara-gara AC Milan gagal juara Champion, kalah adu penalti di final oleh Liverpool.

Menganggap saham = judi sama menggelikannya dengan menganggap sepakbola = judi. Sejujurnya, ada beberapa gaya “bermain” saham yg mirip dgn judi. Diantaranya short sell, yakni menjual saham meski belum memiliki saham tersebut, dengan harapan dapat membeli kembali, pada hari transaksi yg sama, dengan harga di bawah harga jual tadi sehingga “short seller” ini mendapat selisih harga sebagai gain. Ada juga “day-trader”, yaitu pedagang saham yang memanfaatkan volatilitas pasar, dengan membeli saham dan menjualnya kembali hanya dalam hitungan jam, menit, bahkan detik, begitu harganya naik. Namun sesungguhnya pasar modal adalah tempat berinvestasi dan bertransaksi yg netral. Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan bahwa berinvestasi di saham adalah halal, asalkan memenuhi kaidah sebagai berikut ini. Adapun strategi investasi yg dibahas dan dianjurkan dalam blog ini sama sekali terbebas dari unsur judi, sebagaimana akan saya tunjukkan nanti.

2. Cara Cepat Menjadi Kaya

Mitos ini benar. Tapi sayangnya,mereka yg cepat kaya karena saham, juga cepat miskin oleh sebab yg sama. This is the most dangerous myth about stocks. Faktanya, tak ada satupun orang terkaya di dunia versi Forbes atau orang terkaya di Asia versi Globe Asia yg kaya berkat trading saham. Dua orang terkaya di dunia, Warren Buffet dan Bill Gates menjadi kaya berkat saham Berkshire Hathaway dan Microsoft yg dirintis bertahun-tahun, bukan karena “trading for a living”.

Jika trading saham memang cara cepat utk jadi kaya, maka tentulah Mama Lorenz dan Ki Joko Bodo kini telah menjadi orang terkaya di Republik ini mengalahkan Aburizal Bakrie. Dua orang fortune-teller ini sudah pasti bisa pensiun muda karena dapat membeli saham yg akan naik esok hari, dan menjualnya tepat saat harga tertingginya. Orang yg ingin cepat kaya dengan saham akan bernasib seperti orang-orang dalam kisah ini.

Tidak ada cara cepat menjadi kaya, kecuali Anda anak seorang diktator yg berkuasa selama puluhan tahun di sebuah negeri kaya.

3. Investasi yg Rumit

Invest saham itu simple dan mudah. Yg perlu diketahui hanya tiga hal,dan tidak lebih: (1) tahu saham apa yg harus dibeli (2) tahu pada harga berapa saham itu dibeli (3) tahu kapan harus menjualnya. Namun ingatlah hal ini : jangan berinvestasi saham tanpa pengetahuan apapun, apalagi hanya ikut-ikutan teman. Kebanyakan orang yg merugi di saham adalah orang yg tidak memiliki pengetahuan dan mental (psikologi) yg memadai utk itu.

4. Melototin Saham Sepanjang Hari

Suatu hari beberapa tahun yg lalu saya bertemu dgn seorang teman lama saat membeli buku Ben Graham, The Intelligent Investor. Saya bercerita buku tentang apa yg sedang saya beli, dan dia keheranan bagaimana saya sempat investasi saham di tengah kesibukan profesi rutin. This is the most pathetic myth about stocks. Memprihatinkan,karena sesungguhnya setiap profesi apapun sebaiknya memiliki pengetahuan dasar tentang investasi saham. Inilah instrument investasi terbaik utk masa pensiun mereka, saat tak dibutuhkan lagi oleh perusahaan manapun karena usia telah uzur.

Investor saham tak perlu memantau harga saham sepanjang hari. Trader saham yg melakukan kebiasaan seperti ini. Melototin harga saham sepanjang hari utk seorang investor adalah sama dengan orang gendut yg ingin diet tapi melototin skala timbangan berat badannya tiap hari. Cape deh.


Jika Anda telah memilih saham dengan riset dan pengetahuan yg mendalam, utk apa melototin harganya setiap hari. Yg perlu dilakukan hanyalah mengevaluasi bisnis saham yg Anda beli serta kondisi ekonomi makro. Dan ini dapat dilakukan sebulan sekali pd akhir pekan, atau bahkan setahun sekali pd saat Anda cuti. Di era IT sekarang, bahkan Anda dapat melihat harga saham secara online real-time via internet, atau kirim sms via ponsel Anda.

5. Investasi Paling Beresiko

This is the most misleading myth about stocks. Baca kolom ini, dan Anda akan tahu investasi apa yg paling tinggi resikonya. Justru saham adalah investasi dengan risiko yg paling terukur.

6. Investasi non-riil

Bagaimana bisa memiliki saham suatu bisnis tertentu, misalnya perkebunan atau tambang, dikatakan sebagai bisnis non-riil? Investasi saham melalui pasar modal sama riilnya dengan berbisnis pada umumnya. Sebelum berinvestasi, kita mesti menilai apakah manajemennya dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Kita juga harus menilai likuiditas dan profitabilitas perusahaan yg kita beli. Investasi di pasar modal sama halnya memiliki bisnis sendiri yg dijalankan oleh manajemen yang kita percayai. Berkat pasar modal, kita bisa memiliki perusahaan sekelas Medco, Unilever, Astra, atau Telkom.

Jenis investasi yg patut disebut non-riil adalah Futures, Options, Forex, dan instrumen derivatif lainnya dari common stocks.

7. Investasi Orang Kaya

Jika orang selalu berpikir pesimis, bahwa apa yg paling menguntungkan selalu diperuntukkan hanya utk orang kaya, maka orang tsb tidak akan pernah kaya. Tidak perlu kaya utk invest di saham. Yg perlu dilakukan hanyalah secara disiplin menyisihkan pendapatan Anda dlm tabungan, dan apabila jumlahnya telah cukup, belilah saham. Kini reksadana saham dapat dibeli di bank-bank umum mulai dari Rp 2 juta. Satu catatan penting bagi mereka yg dengan susah payah menabung utk dapat membeli saham: belajarlah strategi investasi saham yg ampuh utk bisa menembak jitu dgn satu peluru. One-shot, one-killed strategy.

(c) pratolo.com April 2008

This entry was posted on Monday, April 28th, 2008 at 7:46 am and is filed under Investing Basics. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Se7en Great Myths about Stocks”

  1. resi Says:

    wuaa…tulisannya ‘financial management’ banget..
    Sepertinya kalo ada tugas IFM, aku boleh tanya2 ni…=p

    pratolo.com
    Jika diminta dosen mengerjakan Brigham, ada SP nya lho ;)
    Dan jika diminta mengerjakan tugas ‘Efficient Frontier’ jangan mau, it’s too theoritical & useless in practical investment :p

  2. pratolo.com » Blog Archive » 10 Best Reasons to Invest in Stocks Says:

    […] membaca tulisan ini, ini, dan ini, tapi Anda masih ragu untuk investasi saham, maka berikut ini 10 alasan terbaik mengapa […]

Leave a Reply