65% Pensiunan Tidak Sejahtera

Judul di atas saya kutip dari Majalah Investor edisi Mei 2008. AXA Group melakukan survey dengan responden 18.200 orang di 26 negara, termasuk Singapura, Vietnam, dan Filipina. Berdasarkan survey tsb, diketahui bahwa 65% pensiunan Indonesia tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Salah satu sebabnya menurut Eddy Praptono (bukan saudara saya, melainkan Ketua Umum Asosiasi Dana Pensiun Indonesia) sebagian besar responden menggantungkan nasibnya pada Jamsostek. BUMN pemerintah ini memang menguasai 65% market share dana pensiun di Indonesia.

Berdasarkan hasil survei, 53% pekerja Indonesia baru mempesiapkan pensiun pada usia 39 th. Sedangkan para pensiunan mengaku baru peduli pensiun pada usia 47 th.

Bandingkan dgn Singapura yg 54% pekerjanya sudah mulia mempersiapkan pensiun pd usia 34 th. Di Filipina bahkan mayoritas pekerjanya (persentase tidak disebutkan) sudah mempersiapkan pensiun sejak usia 28 th. Dan di USA, 79% pekerjanya telah mempersiapkan pensiun sejak usia 30 th.

Salah satu hasil survei lainnya, pekerja Indonesia mayoritas menghindari instrumen investasi berisiko tinggi (saham) sbg pilihan persiapan pensiun. Tepatnya hanya 9% pekerja yg menyukai instrumen investasi dgn imbal hasil tinggi, sementara 80% yg lainnya lebih memilih instrumen yg nyaris tanpa resiko, meski imbal hasil tergolong kecil.

Whew!

Semoga keberadaan pratolo.com dapat memperbaiki statistik di atas.[]

This entry was posted on Saturday, May 24th, 2008 at 12:03 am and is filed under Survey & Research. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “65% Pensiunan Tidak Sejahtera”

  1. Felicia Says:

    Dengan peringatan artikel ini, mudah2an para calon pensiunan bisa tersadar

  2. suharyoso Says:

    makanya persiapan pensiun pada karyawan hendaknya dipersiapkan mulai dri sedini mungkin dengan tetap berprasangka positif terhadap apa program pensiun yang akan diberikan pada perusahaan. BIla perusahaan tidak punya itikad baik untuk memberikan ajaran bagaimana menghadapi masa pensiun saya rasa persiapan dari diri sendiri mutlak untuk dipersiapkan secara matang dan serius bukan sambilan.

    pratolo.com
    betul Pak.
    terimakasih telah mampir.

Leave a Reply