The Best Stock Investing Strategy on Earth

(c) pratolo.com 2008

Someone once asked me what the best strategy on stock investing is.

I said, it is market-timing strategy.

 

bisi-vs-tmpi.png

Hampir dalam setiap agama dan budaya, berkembang mitos tentang sumber kebahagiaan atau sumber kekuatan yang utama (ultimate power). Dalam Kristiani dikenal mitos ‘Holy Grail’: cawan suci yg akan memberikan kekekalan bagi siapa yg meminum darinya. Dalam Islam dikenal mitos ‘Asmaul Husna ke-100’: barang siapa menemukan Nama Allah yg ke-100, maka ia mendapatkan jaminan surga.

There is always a myth about the ultimate power. On stock investing, the ultimate power is to timing the market.

Mari kita lihat gambar 1 adalah contoh sederhana bagaimana strategi market timing bekerja. Pelaku pasar saham tidak akan pernah lupa dengan saham TMPI (PT Agis Tbk) di th 2007. Ketika itu beredar rumor kuat bahwa Agis akan melakukan akuisisi besar perusahaan-perusahaan elektronik sehingga menjadi distributor elektronik terbesar di Indonesia. Harga saham TMPI melesat bak komet, hingga mencapai puncaknya di akhir Mei 2007. Tragedi terjadi pada hari Jumat, tgl 1 Jun 2007, TMPI tersungkur bak meteor, lebih cepat daripada saat ia naik. Rumor akuisisi ternyata isapan jempol, dan TMPI jatuh 33% dalam hitungan kurang dari 5 menit. Tapi…bila Anda seorang market-timer yg sakti mandraguna, maka sebelum kejadian itu Anda telah menjual seluruh saham TMPI dan beralih ke BISI. Dan sepanjang mid 2007 – mid 2008, BISI akan membawa ke puncak kekayaan, return 1040% dalam kurun setahun! Sangat indah bukan?


In theory, if you are a real deal in market-timing, you will be the richest man on earth. But, market-timing is the Holy Grail on stock investing. Why?

  1. In history, there is no richest man on earth by timing the stock market. Warren Buffet got rich by holding Berkshire Hathaway for years. Bill Gates got rich by founding & holding Microsoft since 1980. Carlos Slim Helu got rich by telecoms business. No such market-timer on that list of Forbes.
  2. Market-timing opens the door for many investors to do far worse than the market averages. Begitu indahnya teori tentang market-timing ini: masuk saat market akan bullish dan keluar tepat saat market akan bearish, membeli tepat saat harga suatu saham akan naik, dan menjualnya tepat pada saat akan jatuh, berpindah ke saham lain yg akan naik (seperti contoh gambar). Begitu indah, sehingga banyak orang mengikuti teori ini. Faktanya, seperti hasil riset yg dapat didownload dari pratolo.com, banyak performa trader lebih buruk dari return index.

Bila teori market-timing sangat indah, mengapa faktanya banyak yg gagal?

Sebabnya ada dua:

1. Cut-loss

Menerapkan market-timing, maka Anda harus bersiap-siap cut-loss. Jika Anda memilih saham yg salah (misalnya terjadi false-break) maka Anda harus segera keluar dari saham itu meskipun rugi. Cut-loss ini diperlukan agar Anda segera dapat (1) menggunakan uang itu untuk membeli saham yg naik, (2) mencegah opportunity loss (ketinggalan saham yg akan naik), dan (3) menghindari kerugian yg lebih besar (dari pilihan saham yg salah).

Gambar 2 adalah ilustrasi sederhana yg saya ambil dari Jason Zweig dalam komentar The Intelligent Investor.

the-cost-of-loss.jpg

Misalkan Anda memilih saham SBYE.JK yg Anda kira akan memberi return 10% setahun. Sedangkan return market cuma 5% setahun. Ternyata Anda membayar harga yg mahal utk saham yg salah (overpriced). Di th 1 harganya jatuh 50% (ke fair value-nya). Bilamana return market stabil 5% setahun selama 16 th, dan di th 2 – th 16 saham SBYE.JK berhasil rebound dan mencetak return 10% setahun, maka selama 16 th barulah kerugian Anda di th 1 tersebut dapat tertutupi.

Bingung dgn ilustrasi di atas? Ok deh, saya memang memasangnya agar tulisan ini kelihatan keren :)

Intinya apabila Anda cut-loss / menjual rugi saham Anda, maka Anda memerlukan RETURN yg lebih tinggi dan WAKTU yg lebih lama utk dapat menutupi kerugian Anda. Karena ‘kebijakan’ cut-loss inilah maka amat jarang market-timer yg dapat konsisten mengalahkan return market.

2. High switching cost

Meloncat dari satu saham ke saham lain begitu sering, akan mengakibatkan biaya transaksi yg sangat tinggi dibandingkan investor ‘buy and hold’ strategy.

Selain dua sebab kegagalan di atas, market-timing juga sangat time-consuming. Utk sukses menerapkan strategi ini, Anda harus mendedikasikan waktu sepanjang hari utk mengawasi pergerakan harga dan volume perdagangan saham. Harga dan volume perdagangan saham adalah dua indicator pokok dalam market-timing.

Jika Anda tidak punya banyak waktu, sebaiknya Anda menghindari market-timing, karena Anda akan kehilangan momentum penting yg diperlukan sebagai signal to enter dan to exit.

Kesimpulan pratolo.com

  1. Market-timing works in theory but hard to apply.
  2. Market-timing may be work in short run, but not consistent in the long run.
  3. Very few succeed in timing the market, most of market timers perform far worse than the market averages.
  4. Market timing works best only in bullish period, when most of the stocks up, but works worst in sideways and bearish.
  5. Market-timing is time-consuming; you lost most of your leisure time.

Jadi, apa dong strategi inevestasi saham yg terbaik? Ikuti terus pratolo.com

Copyright http://pratolo.com July 2008

This entry was posted on Saturday, July 19th, 2008 at 12:38 am and is filed under Investing Basics. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

6 Responses to “The Best Stock Investing Strategy on Earth”

  1. Ojat Says:

    gimana sih om berinvestasi yang baik??? aajarin doong :D

    pratolo.com
    ikuti terus pratolo.com utk mengetahui strategi investasi saham yg baik.
    tapi intinya: berpeganglah pada value perusahaan, bukan rumor, bukan sentimen market.
    insya Allah tidak akan rugi & hidup tenteram :)

  2. Denmasrul Says:

    Fundamentalis ni yeee… sip deh… :-)

  3. Anto Says:

    The best way for me to understand your theory and statement is by practicing it and control my greediness.

    pratolo.com
    Yesss definetely, practice makes perfect ! :)
    And greed is enemy of success.

  4. Alex Says:

    Your blog is interesting!

    Keep up the good work!

  5. Investor Awam Says:

    A very good (but perhaps controversial..hehe) article. I guess this could lead to a lot of debates.

    I am a lay fundamentalist, and i am behind u bro.

    pratolo.com
    Thx bro. I’m used to be a trader,but now I know what works best.
    I guess our blog complete each other :)

  6. w0w0 Says:

    Weleh2X tulisan2 pak ed mulai menggerogoti mental trader saya nih….semakin di baca semakin tipis mentalnya…

    pratolo.com
    Trading or investing memang sebuah pilihan penting dalam hidup :)
    Jika tidak punya banyak waktu seperti saya, lebih baik anda investing.
    Secara aggregat return jangka panjang, ini lebih baik.

Leave a Reply