Ketika Musim Diskon Tiba

_jkse.png

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ‘Sepekan Terpangkas 218 Poin’ atau 10,78% selama sepekan! Begitu judul headline detikfinance.com. Ini berarti IHSG telah terkoreksi 30% dari puncaknya (all time high) 2838 di th 2007 menjadi 1804 (12 Sep 2008). Seorang teman sesama investor mengeluhkan mengapa BEI tidak men-suspend transaksi di BEI selama beberapa hari, sampai aksi panic selling usai. Otoritas perdagangan bursa merekomendasikan BUMN melakukan buyback (membeli kembali maksimal 10% jumlah sahamnya beredar di public) utk menahan kejatuhan indeks bursa lebih jauh. ‘Pemerintah Imbau Investor Waspada dan Jangan Panik’ begitu judul lain di detikfinance. Seram?

 

Jika Anda long-runner dan fundamentalis seperti saya, tak perlu panik, Anda mestinya gembira. Ternyata BEI tak mau kalah dengan department-department Store mengadakan great sale menjelang lebaran. Inilah saatnya membeli saham perusahaan sekelas Ferrari dengan harga Hyundai. Tapi awas, jangan membeli kucing dalam karung (seperti saat memilih anggota DPR), berikut ini criteria screening praktis yg saya ambil dari buku “The Little Book that Beats the Market” oleh Joel Greenblatt, fund manager Gotham Capital, alumnus Harvard Business School. Greenblatt memang tidak secanggih dan setenar Peter Lynch, namun metodenya amat praktis digunakan pada saat musim diskon tiba.

 #1 Pilih Perusahaan dengan Return on Capital di atas 20%

 

Dalam textbook dirumuskan sebagai:

ROC = EBIT / (Net Working Capital + Net Fixed Asset)

EBIT = Earning Before Interest and Taxes

Tapi jika mau lebih praktis, dan malas menghitung, ambil saja ROI yg tertera di annual report perusahaan yg Anda incar. Jika tak ada ROI, ambil saja angka ROE, biasanya beti (beda tipis) utk perusahaan yg bagus.

 

ROC ini merupakan indicator seberapa bagus manajemen merencanakan, mengeksekusi, dan mengendalikan investasi serta mengelola modal kerja. ROC yg rendah bisa berarti manajemen memilih proyek investasi yg keliru, salah menetapkan strategi pricing, atau keliru memperkirakan besaran capital expenditure, dan salah-salah serta keliru-keliru yg lain. Singkatnya, ROC rendah = manajemen.goblog.com

 #2 Pilih Perusahaan dengan Earning Yield di atas 10%

 

EY = EBIT / EV

EV = Enterprise Value (utk praktisnya EV dianggap sama dengan kapitalisasi pasar perusahaan tsb, atau sama dgn harga saham x jumlah saham)

Mengapa batasnya10%? Karena return deposito yg risk-free saja 8%, maka earning yield harus jauh di atas itu.

EY ini gampangnya dihitung sebagai earning perusahaan dibagi harga saham, atau kebalikan dari rasio Price/Earning. Makin jatuh harga sahamnya, maka makin yahud yield-nya.

 

Nah, jika sudah tahu rumusnya, lantas saham-saham apa yg layak dikoleksi saat ini?

Berdasarkan riset weekend saya, inilah saham pilihan pratolo.com saat musim diskon tiba. Semuanya, menurut hitungan saya, memiliki ROC > 20% dan Yield > 10%


  1. Astra Agro Lestari (AALI), Mercedeznya sector agro
  2. Aneka Tambang (ANTM), emiten terbaik versi majalah Investor
  3. Astra International (ASII), yg memproduksi 8 dari 10 mobil di Jakarta
  4. INCO, tambang nikel terbesar di republic ini
  5. Kalbe Farma (KLBF), saham favorit isteri saya
  6. Bukit Asam (PTBA), penguasa batubara untuk konsumsi domestik
  7. Semen Gresik (SMGR), rajanya semen di Indonesia
  8. Telkom (TLKM,) cashflownya terlalu kuat dilawan oleh operator selular lain

 Disclaimer:

  1. pratolo.com tidak bertanggung jawab jika setelah membeli saham-saham di atas, indeks anjlok lebih jauh menuju 1600 (pratolo.com bukan mamalorenz.com).
  2. pratolo.com berinvestasi bukan utk kaya dlm waktu singkat, namun agar dapat menyekolahkan petualanganridho.blogspot.com ke John Hopkins Medical School atau Wharton Business School atau University Al Azhar Cairo.
  3. pratolo.com bukan analis profesional ataupun fund manager, maka perhitungan di atas bisa saja salah.
  4. Untuk saham-saham komoditi (AALI, ANTM, INCO, PTBA) disarankan menunggu harga crude oil stabil sebelum membeli, meskipun harga sahamnya saat ini pun telah terdiskon cukup besar terhadap earning-power nya. Siapa tahu, harga oil menjadi 90 usd/bbl (pratolo.com bukan kijokobodho.com).
  5. Jangan lupa bayar zakat saham Anda jika nisabnya terpenuhi.

 © http://pratolo.com Sept 2008

This entry was posted on Monday, September 15th, 2008 at 12:56 am and is filed under Value Investing. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Ketika Musim Diskon Tiba”

  1. Munajat Says:

    Assalaamu’alaykum,
    Dah sering jalan2 ke sini tapi belum ninggalkan komentar.

    Mengutip dari detik:
    “Dan pada Senin (6/10/2008), bursa-bursa di berbagai belahan dunia merosot tajam. IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan yang terparah hingga 183,768 poin atau 10,03% ke level 1.648,739.”

    Bisa jadi ini baru permulaan dari trend bearish, yang mungkin akan berlangsung dalam waktu cukup lama karna sumber krisis ada di pusat ekonomi dunia (USA). Tampaknya mas Edi cukup berani dengan keputusan membeli segera, kalo saya mungkin akan menunggu dulu hingga pasar kelihatan cukup jenuh dari aksi jual.

    Sekedar komentar dari newbie.. keep writing mas!

    pratolo.com
    utk saham non-komoditi seperti asii, saya punya patokan valuasi di harga berapa saatnya saya pantas masuk, utk saham komoditi saya menunggu minyak stabil, utk masuk aali, the most cash-rich company in its sector, the most efficient process in CPO industry.
    oh dear..oh dear, I love bearish very much…

  2. w0w0 Says:

    Untuk masuk di salah satu saham let say ASII, apakah entrynya murni menggunakan valuasi ataukah masih perlu analisa teknikal sederhana (misalnya Moving Average) ?

    pratolo.com
    Saya murni pake valuasi.
    Technical Analysis hanya saya gunakan dulu saat masih trading.
    Yg perlu dicatat, jika menggunakan valuasi, memang timing nya tidak selalu pas anda masuk di ‘tail’ / bottom, tapi utk horizon investasi long-term, tidak pas di bottom pun tak mengapa. Saya sarankan saat krisis begini,anda pantau saham2 yg cash rich, seperti aali, smgr, dsb.

Leave a Reply