<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Earning, Earning Growth, and Philosophy of Stock Market</title>
	<atom:link href="http://pratolo.com/2008/11/10/earning-earning-growth-and-philosophy-of-stock-market/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pratolo.com/2008/11/10/earning-earning-growth-and-philosophy-of-stock-market/</link>
	<description>venture &#124; value &#124; virtue</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 06:20:20 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: flo 45</title>
		<link>http://pratolo.com/2008/11/10/earning-earning-growth-and-philosophy-of-stock-market/comment-page-1/#comment-270</link>
		<dc:creator>flo 45</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 15:59:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2008/11/10/after-all-it%e2%80%99s-the-earning-that-matters/#comment-270</guid>
		<description>untung atau rugi itulah kehidupan, tinggal bagaiman sikap yang kita ambil. tidak ada beda antara petani dan pelaku saham, hanya mengikuti ritme kehidupan, apakah bisa untung atau rugi,,,,,
saya sangat interest dengan artikel tersebut, niat itulah adalah segalanya.... !!!!!!
Tuhan tidak akan merubah rejeki apabila orang tersebut yang mau merubahnya, kita hanya membutuhkan usaha dan tekad yang kuat..... jadi kita tidak boleh menyalahkan si A atau B, semua sudah di atur dalam kitab-Nya.... bahkan sebelum kita lahir di dunia ini... hehehe...
untuk para master master trader dunia menggunakan indikator yang best of the bestnya yakni: MACD(9,12,26), Slowhastic(10,10), Pivot Points, Relative Momemtum Index (RMI), Trend Trigger Factor (TTF), Simple MOving Average 10, 22, 50, Parabolic Sar (0.01,0.1)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>untung atau rugi itulah kehidupan, tinggal bagaiman sikap yang kita ambil. tidak ada beda antara petani dan pelaku saham, hanya mengikuti ritme kehidupan, apakah bisa untung atau rugi,,,,,<br />
saya sangat interest dengan artikel tersebut, niat itulah adalah segalanya&#8230;. !!!!!!<br />
Tuhan tidak akan merubah rejeki apabila orang tersebut yang mau merubahnya, kita hanya membutuhkan usaha dan tekad yang kuat&#8230;.. jadi kita tidak boleh menyalahkan si A atau B, semua sudah di atur dalam kitab-Nya&#8230;. bahkan sebelum kita lahir di dunia ini&#8230; hehehe&#8230;<br />
untuk para master master trader dunia menggunakan indikator yang best of the bestnya yakni: MACD(9,12,26), Slowhastic(10,10), Pivot Points, Relative Momemtum Index (RMI), Trend Trigger Factor (TTF), Simple MOving Average 10, 22, 50, Parabolic Sar (0.01,0.1)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: San</title>
		<link>http://pratolo.com/2008/11/10/earning-earning-growth-and-philosophy-of-stock-market/comment-page-1/#comment-264</link>
		<dc:creator>San</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 02:14:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2008/11/10/after-all-it%e2%80%99s-the-earning-that-matters/#comment-264</guid>
		<description>Luar biasa penggambaran sederhana tapi mengena anda pak. saya sangat ingin berani dan bisa terjun lgs dibursa saham dgn niat punya kios usahanya bukan pembeli musiman. tapi saya tidak ingin jd org lugu dan melakukan sesuatu tnp ilmu. mohon penjelasan bgmana mencari kios yg sehat, menilai harga kios yg wajar serta usaha yg saya dapat lakukan utk jd pemain yg punya ilmu utk bisa bedakan pedagang jujur atau engganya. terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Luar biasa penggambaran sederhana tapi mengena anda pak. saya sangat ingin berani dan bisa terjun lgs dibursa saham dgn niat punya kios usahanya bukan pembeli musiman. tapi saya tidak ingin jd org lugu dan melakukan sesuatu tnp ilmu. mohon penjelasan bgmana mencari kios yg sehat, menilai harga kios yg wajar serta usaha yg saya dapat lakukan utk jd pemain yg punya ilmu utk bisa bedakan pedagang jujur atau engganya. terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: shjeffr</title>
		<link>http://pratolo.com/2008/11/10/earning-earning-growth-and-philosophy-of-stock-market/comment-page-1/#comment-262</link>
		<dc:creator>shjeffr</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 08:30:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2008/11/10/after-all-it%e2%80%99s-the-earning-that-matters/#comment-262</guid>
		<description>I don?t usually reply to posts but I will in this case. WoW :)

pratolo.com
Thanks Mister.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I don?t usually reply to posts but I will in this case. WoW <img src='http://pratolo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>pratolo.com<br />
Thanks Mister.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yadi</title>
		<link>http://pratolo.com/2008/11/10/earning-earning-growth-and-philosophy-of-stock-market/comment-page-1/#comment-261</link>
		<dc:creator>Yadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 04:44:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2008/11/10/after-all-it%e2%80%99s-the-earning-that-matters/#comment-261</guid>
		<description>Dear All, Menurut saya kembali pada niat masing-masing investor. Apakah memang awalnya berniat hanya ingin untuk mengambil keuntungan semata/sesaat, duduk2 menunggu kabar saham saja atau memang berniat berinvestasi pada perusahaan tersebut dengan tujuan perusahaan menjadi lebih maju, tentunya dengan ikut membantu dalam proses kerjanya perusahaan tersebut sehingga plus pahala didalamnya. Jadi tidak bisa juga dikatakan riba atau ataupun tidak riba, itu semua tergantung niatnya. 
Sepertinya ada aturan-aturan mengenai &quot;pasar&quot; hal itu di kitab suci, malah mungkin banyak hanya saja kita jarang mengaktualkan di kehidupan sehari2, dan lebih taat pada aturan2 dunia yang menurut saya malah lebih rumit dan memusingkan dari pada aturan di kitab cuci yang ringkas namun padat. Mungkin salah satu contohnya seperti &quot;Siapa yang mencari dunia maka akan mendapatkan dunia, dan siapa yang mencari akhirat dia akan mendapatkan keduanya (dunia dan akhirat)&quot;.

pratolo.com
Terimakasih Pak Yadi, anda sangat bijaksana.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear All, Menurut saya kembali pada niat masing-masing investor. Apakah memang awalnya berniat hanya ingin untuk mengambil keuntungan semata/sesaat, duduk2 menunggu kabar saham saja atau memang berniat berinvestasi pada perusahaan tersebut dengan tujuan perusahaan menjadi lebih maju, tentunya dengan ikut membantu dalam proses kerjanya perusahaan tersebut sehingga plus pahala didalamnya. Jadi tidak bisa juga dikatakan riba atau ataupun tidak riba, itu semua tergantung niatnya.<br />
Sepertinya ada aturan-aturan mengenai &#8220;pasar&#8221; hal itu di kitab suci, malah mungkin banyak hanya saja kita jarang mengaktualkan di kehidupan sehari2, dan lebih taat pada aturan2 dunia yang menurut saya malah lebih rumit dan memusingkan dari pada aturan di kitab cuci yang ringkas namun padat. Mungkin salah satu contohnya seperti &#8220;Siapa yang mencari dunia maka akan mendapatkan dunia, dan siapa yang mencari akhirat dia akan mendapatkan keduanya (dunia dan akhirat)&#8221;.</p>
<p>pratolo.com<br />
Terimakasih Pak Yadi, anda sangat bijaksana.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anto</title>
		<link>http://pratolo.com/2008/11/10/earning-earning-growth-and-philosophy-of-stock-market/comment-page-1/#comment-180</link>
		<dc:creator>Anto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 12:13:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2008/11/10/after-all-it%e2%80%99s-the-earning-that-matters/#comment-180</guid>
		<description>Pak Edi, saya kira dari saham kita tidak hanya &quot;mengharapkan deviden tetapi juga perubahan nilai&quot; betul tidak ?!!!!. Tentunya perubahan yang positif.  Apakah Pak Edi akan menjual sahamnya ketika nilainya tinggi sekali atau jauh diatas harga wajarnya. Terus terang saya merasa hal ini masih &quot;abu2&quot;. Kemudian kecenderungannya kita akan mengikuti petuah Warren Buffet yang kira2 bunyinya :&quot; takutlah ketika melihat orang tamak dan tamaklah ketika orang takut&quot;. Saya merasa ini masih abu2 juga ketika membeli saham jauh dibawah harga wajar. Hal2 semacam ini sangat tergantung pada diri pribadi dalam menyikapinya karena tidak atau belum ada aturan yang membatasi.  Kitab suci-pun tidak mengatur hal ini karena waktu itu belum ada pasar saham. 

Semoga saja PT Pernah Jaya segera berubah menjadi PT Langgeng Jaya.

pratolo.com
Tentu saja saya mengharapkan perubahan nilai saham, karena nilai saham merupakan fungsi waktu,earning atau deviden, P = f(E,D,t). Sebagian investor akan menjual sahamnya begitu harganya tinggi. Tidak ada yg salah dalam hal ini. Sebagian dari kita juga melakukan hal ini di luar konteks pasar saham. Jangan pernah lupa, ada pedagang yg terus menaikkan harga jual barang dagangannya ketika nilai pasarnya terus meningkat (bullish), karena pedagang ini mau menikmati margin yg lebih tinggi. Ini adalah mekanisme pasar pd umumnya: selama ada yg menjual di harga tinggi tapi ada yg mau membeli, selama ada yg mau menjual di harga rendah tapi ada yg mau membeli, terjadilah AQAD jual beli. Nabi Muhammad benar ketika mengatakan &#039;seburuk-buruk tempat adalah pasar&#039;, sebab orang-orang lugu dgn mudah akan tertipu oleh pasar, tapi beliau sangat bijaksana tidak melarang adanya pasar. Keberadaan pratolo.com salah satunya adalah utk mengedukasi pelaku pasar, agar investor peduli pada nilai wajar dan lebih rasional dalam mengambil keputusan investasi.

Tidak semua investor menjual saham begitu harganya tinggi (overvalued). Sebagian lain tetap memegang sahamnya meskipun harganya sudah overvalued. Warren Buffet diantaranya. Dia terus memegang saham Berkshire Hathaway sampai hari ini dan melewatkan kesempatan menjual di harga tinggi manakala pasar bullish dan P/E naik gila-gilaan pada masa booming dotcom awal th 2000-an. Meski seorang kapitalis sejati, Buffet bukan jenis orang yg tamak. Ia mendonasikan 1 milyar USD utk charity, Ia tetap tinggal di rumahnya yg dibeli 30 th lalu, dan tidak membeli rumah mewah seperti bintang-bintang Hollywood. &quot;Don&#039;t judge a book by short sentence on the cover, we need to read the whole book before we make a review&quot;.

Welcome back to pratolo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Edi, saya kira dari saham kita tidak hanya &#8220;mengharapkan deviden tetapi juga perubahan nilai&#8221; betul tidak ?!!!!. Tentunya perubahan yang positif.  Apakah Pak Edi akan menjual sahamnya ketika nilainya tinggi sekali atau jauh diatas harga wajarnya. Terus terang saya merasa hal ini masih &#8220;abu2&#8243;. Kemudian kecenderungannya kita akan mengikuti petuah Warren Buffet yang kira2 bunyinya :&#8221; takutlah ketika melihat orang tamak dan tamaklah ketika orang takut&#8221;. Saya merasa ini masih abu2 juga ketika membeli saham jauh dibawah harga wajar. Hal2 semacam ini sangat tergantung pada diri pribadi dalam menyikapinya karena tidak atau belum ada aturan yang membatasi.  Kitab suci-pun tidak mengatur hal ini karena waktu itu belum ada pasar saham. </p>
<p>Semoga saja PT Pernah Jaya segera berubah menjadi PT Langgeng Jaya.</p>
<p>pratolo.com<br />
Tentu saja saya mengharapkan perubahan nilai saham, karena nilai saham merupakan fungsi waktu,earning atau deviden, P = f(E,D,t). Sebagian investor akan menjual sahamnya begitu harganya tinggi. Tidak ada yg salah dalam hal ini. Sebagian dari kita juga melakukan hal ini di luar konteks pasar saham. Jangan pernah lupa, ada pedagang yg terus menaikkan harga jual barang dagangannya ketika nilai pasarnya terus meningkat (bullish), karena pedagang ini mau menikmati margin yg lebih tinggi. Ini adalah mekanisme pasar pd umumnya: selama ada yg menjual di harga tinggi tapi ada yg mau membeli, selama ada yg mau menjual di harga rendah tapi ada yg mau membeli, terjadilah AQAD jual beli. Nabi Muhammad benar ketika mengatakan &#8217;seburuk-buruk tempat adalah pasar&#8217;, sebab orang-orang lugu dgn mudah akan tertipu oleh pasar, tapi beliau sangat bijaksana tidak melarang adanya pasar. Keberadaan pratolo.com salah satunya adalah utk mengedukasi pelaku pasar, agar investor peduli pada nilai wajar dan lebih rasional dalam mengambil keputusan investasi.</p>
<p>Tidak semua investor menjual saham begitu harganya tinggi (overvalued). Sebagian lain tetap memegang sahamnya meskipun harganya sudah overvalued. Warren Buffet diantaranya. Dia terus memegang saham Berkshire Hathaway sampai hari ini dan melewatkan kesempatan menjual di harga tinggi manakala pasar bullish dan P/E naik gila-gilaan pada masa booming dotcom awal th 2000-an. Meski seorang kapitalis sejati, Buffet bukan jenis orang yg tamak. Ia mendonasikan 1 milyar USD utk charity, Ia tetap tinggal di rumahnya yg dibeli 30 th lalu, dan tidak membeli rumah mewah seperti bintang-bintang Hollywood. &#8220;Don&#8217;t judge a book by short sentence on the cover, we need to read the whole book before we make a review&#8221;.</p>
<p>Welcome back to pratolo.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dedi Kurniadi</title>
		<link>http://pratolo.com/2008/11/10/earning-earning-growth-and-philosophy-of-stock-market/comment-page-1/#comment-179</link>
		<dc:creator>Dedi Kurniadi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 06:30:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2008/11/10/after-all-it%e2%80%99s-the-earning-that-matters/#comment-179</guid>
		<description>Guidance kehidupan manusia hanyalah wahyu (baca:kitab suci, sunnah:operasional), permasalahan kehidupan manusia yang semakin kompleks tidaklah kita dapatkan dari keduanya secara langsung, maka ruang ijtihad atau tafsir sangatlah luas bagi para ulul albab (pakar) di berbagai bidang, kitab kuning belum mampu menjelaskan urusan muamalah yang rumit kecuali seputar thoharoh dan santri, berjamurnya institusi syariah barang kali juga indikator guidance dari langit itu semakin membumi, semoga keberkahan selalu menyertai orang-orang yang menangkap isyarat Yang Maha Agung dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring. Allohu&#039;alam bishowwab.

pratolo.com
terimakasih Pak Dedi. Ijtihad yg salah, setelah melalui proses ijtihad yg benar, mendapatkan satu pahala. Ijtihad yg benar mendapat dua pahala. Tidak berijtihad tidak mendapatkan pahala. CMIIW (Correct Me If I&#039;m Wrong).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Guidance kehidupan manusia hanyalah wahyu (baca:kitab suci, sunnah:operasional), permasalahan kehidupan manusia yang semakin kompleks tidaklah kita dapatkan dari keduanya secara langsung, maka ruang ijtihad atau tafsir sangatlah luas bagi para ulul albab (pakar) di berbagai bidang, kitab kuning belum mampu menjelaskan urusan muamalah yang rumit kecuali seputar thoharoh dan santri, berjamurnya institusi syariah barang kali juga indikator guidance dari langit itu semakin membumi, semoga keberkahan selalu menyertai orang-orang yang menangkap isyarat Yang Maha Agung dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring. Allohu&#8217;alam bishowwab.</p>
<p>pratolo.com<br />
terimakasih Pak Dedi. Ijtihad yg salah, setelah melalui proses ijtihad yg benar, mendapatkan satu pahala. Ijtihad yg benar mendapat dua pahala. Tidak berijtihad tidak mendapatkan pahala. CMIIW (Correct Me If I&#8217;m Wrong).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
