Worst Since 1989
Translate pratolo.com instantly from Indonesian to your native language using http://translate.google.com
I am so “lucky” to find a major economic recession at the beginning of my career as an investor and businessman, that I have the opportunity to learn in depth, to observe the impact directly, while directly involved in the decision making process. Economic recession is a cycle that almost certainly occurred periodically (read my posting here). What distinguishes each recession is the escalation. Alan Greenspan in his book, The Age of Turbulence, categorize scale of recession from Level 1 (slower economic growth for one or two quarters = contraction) to Level 5 (demand for goods and services plunge drastically = depression).
Dalam resesi-resesi terdahulu, sector konsumsi Amerika membantu ekonomi pulih, namun tidak dalam resesi kali ini. Kekuatan ekonomi yang paling kuat dan paling liat selama 17 tahun terakhir, yakni spending power dari konsumen Amerika, telah berakhir. Di masa lalu, manakala mendung resesi tiba, konsumen Amerika datang sebagai penyelamat, membelanjakan sejumlah besar kumulatif cash yang mendorong roda bisnis tetap berputar. Kini jangan harap itu terjadi. Harga perumahan jatuh berguguran, kredit perumahan gagal bayar, pinjaman bank sangat sulit karena likuiditas perbankan dikeringkan oleh kredit default, PHK terjadi dimana-mana. Citibank, bank terbesar kedua di
Menurut Keynes, pengangguran dan inflasi adalah papan jungkat-jungkit. Jika satu naik, maka satunya turun. Manakala pengangguran makin banyak, maka daya beli masyarakat berkurang dan harga-harga cenderung stabil. Sebaliknya saat ekonomi berputar cepat, lapangan kerja banyak tersedia, daya beli meningkat, harga-harga akan naik. Teori ini tidak berlaku ketika terjadi “stagflasi”, yakni pengangguran dan inflasi naik bersamaan, yang terjadi saat depresi besar. Arthur Melvin Okun, ekonom terkemuka Yale, menciptakan “indeks penderitaan” yang merupakan penjumlahan dari angka pengangguran dan angka inflasi. Tabel di bawah menunjukkan misery index
The US Misery Index - 1977 to 2007
Misery Index = Unemployment rate + Inflation rate
The blue part of the bar represents the Unemployment Rate and the red part represents the Inflation Rate.
A Déjà vu of Recession
Seberapa buruk resesi pada masa Bush senior dan apa persamaan dengan resesi sekarang? Berikut saya kutip catatan Alan Greespan, yang menjabat Ketua Federal Reserve pada saat itu, dalam “The Age of Turbulence”.
“Ada dua faktor yang memperburuk situasi ekonomi. Yang pertama adalah kolapsnya industri penyimpanan dan peminjaman Amerika, yang secara tak terduga banyak sekali menghabiskan anggaran federal. Berbagai lembaga penyimpanan dan peminjaman (S&L), yang telah didirikan dalam bentuk modern-nya untuk membiayai pembangunan daerah urban setelah PD II, telah berulangkali gagal selama satu dekade. Inflasi tahun 70-an –diperparah dengan deregulasi yang salah kelola dan akhirnya penipuan- membunuh ratusan lembaga S&L. Sebagaimana sejak awal didirikan, lembaga S&L adalah sarana sederhana kredit rumah… Biasanya, nasabah mendepositokan uang ke dalam rekening tabungan, yang hanya menghasilkan bunga 3% tapi dijamin oleh pemerintah; kemudian lembaga S&L tersebut meminjamkan dana dalam bentuk kredit rumah 30 tahun dengan bunga 6%. Hasilnya, berbagai lembaga S&L selama puluhan tahun menjadi penghasil uang yang handal, dan industri tersebut bertambah besar dengan lebih dari 3.600 lembaga dan $1,5 triliun aset pada tahun 1987.”
“Namun inflasi memporak-porandakan situasi bagus itu. Karena inflasi mengakibatkan kenaikan tajam tingkat suku bunga baik jangka pendek maupun jangka panjang, berbagai lembaga S&L menderita tekanan yang berat. Bagi lembaga S&L umumnya, biaya deposito melambung dengan cepat, tapi karena portofolio kredit rumah berputar lambat, pendapatan pun ketinggalan. Tak lama kemudian, banyak lembaga S&L terlilit utang, dan pada tahun 1989 sebagian besar darinya secara teknis tak mampu membayar utang: jika mereka menjual semua pinjaman, mereka tidak akan memiliki cukup uang untuk membayar semua nasabah.”
“Tidak seorang pun tahu berapa banyak biaya yang harus dibebankan kepada wajib pajak untuk pembenahan akhir industri S&L, kira-kira ratusan miliar dolar. Sementara pembenahan itu berlangsung, aliran keluar dari Departemen Keuangan semakin mencolok, memperparah kesulitan fiskal Presiden Bush.”
“Bank-bank umum juga berada dalam masalah serius. Hal itu merupakan kesulitan yang lebih besar lagi daripada industri S&L karena bank mewakili sektor ekonomi yang jauh lebih luas dan lebih penting. Akhir tahun 1980-an merupakan kurun waktu terburuk dunia perbankan sejak masa Depresi; ratusan bank kecil dan menengah gagal, dan raksasa seperti Citibank dan Chase Manhattan berada dalam kesulitan. Problem mereka, sebagaimana halnya S&L, adalah terlalu banyak peminjaman spekulatif: pada awal tahun 80-an bank-bank besar memberikan pinjaman beresiko kepada Amerika Latin, dan kemudian, ketika pinjaman itu gagal dilunasi, seperti penjudi amatir yang berupaya mengganti kerugian, mereka bertaruh lebih banyak lagi dengan beramai-ramai memberikan pinjaman untuk bidang real estate komersial.”
”Kejatuhan bisnis real estate yang tak terelakkan betul-betul mengguncang perbankan. Karena tidak merasa pasti dengan nilai jaminan real estate, para bankir tidak yakin berapa banyak modal yang sesungguhnya mereka miliki; membuat banyak bank lumpuh, ketakutan, dan ragu untuk memberikan pinjaman lagi… Para pabrikan kecil dan menengah serta pedagang di seluruh Amerika merasa sulit untuk bahkan memperoleh pinjaman biasa. Dan hal itu pada gilirannya, menjadikan resesi sangat sulit diatasi.”
”Semua hal yang kami lakukan di The Fed tampaknya tidak membuahkan hasil. Kami mulai melonggarkan suku bunga lama sebelum resesi terjadi, tapi ekonomi telah berhenti merespons. Meskipun kami menurunkan tingkat suku bunga The Fed selama 23 kali dalam kurun waktu 3 tahun antara Juli 1989 dan Juli 1992, pemulihannya merupakan yang paling lambat sepanjang sejarah.” (see barchart misery index –pratolo.com)
How Long this Downturn Last?
Memperkirakan berapa lama resesi berlangsung adalah sangat penting. Bagi seorang investor, hal ini akan menentukan horizon dan strategi investasi Anda. Bagi seorang CEO atau businessman, hal ini akan menentukan strategi operasi dan strategi pemasaran Anda. Kita tidak mungkin mengendarai mobil dengan mempersiapkan bekal gasoline untuk 100 kilometer, sementara sepanjang 120 km, 150 km, atau 200 km lagi baru ada pompa bensin.
Jika dilihat dari tingkat eskalasi resesi yang mirip dengan resesi masa Bush senior, maka resesi kali ini mungkin akan berlangsung selama 3 tahun. Namun bisa juga lebih lama dari itu, disebabkan dua hal: (1) Tak ada lagi Team Ekonomi sekelas Team Greenspan di Federal Reserve; (2) Utang rumah tangga
Berikut saya kutipkan artikel dari Forbes 13 Oktober 2008 oleh Bernard Condon and Daniel Fisher.
“How long could a downturn last? Surveying dozens of recessions around the globe, the IMF survey says that the combination of lower home values and stock prices, coupled with a credit contraction, could extend economic doldrums to three years, compared with less than one year for the typical recession. Why? Partly because it takes a while for consumers to realize their predicament, then even longer to start splurging again.
Even if Americans want to spend, this time they’re going to have a tough time. Household debt at $14.5 trillion is at an all-time high, representing 20% of assets, up from 13% in the 1970s. We now spend 19 cents of every dollar of disposable income on mortgages, credit cards and other debt service, up from 16 cents in 1980.”
So, there is no good news and optimism?
Bagaimana dengan ekonomi
For investors, this recession may take 3-4 years recovery, stop buying stocks unless you:
(1) A long-term and value-investing investor
(2) A contrarian that have finished reading David Dreman’s book
(3) believe in my hypothesis
For businessman, cost-cutting is a must. Reduce your inventory costs. Demand for your products will drastically decline for at least 10 months. A wise CEO will try to balance its decline on revenue by reducing costs. In a long recession, you will need your cash more than any other time.
© pratolo.com Nov 2008


November 22nd, 2008 at 7:11 am
Good forecast, with impressive data. Thanks.
pratolo.com
you’re welcome..
November 23rd, 2008 at 7:54 am
Soros bilang,krisis ini akan jadi yg terburuk pasca perang dunia 2. Mana yg benar,bung?
pratolo.com
Saya lebih percaya kepada Greenspan daripada Soros.
Greenspan = berkarier selama lebih dari 18 tahun utk kepentingan nation-state sbg chairman Federal Reserve. Prestasi terbaiknya: mempertahankan pertumbuhan ekonomi sepanjang dua periode masa kepresidenan Clinton, suatu periode pertumbuhan ekonomi terpanjang dlm sejarah AS.
Soros = sepanjang usianya berkarier utk kepentingan pribadi dan segelintir pemilik modal di Quantum Capital, hedge-fund yg ia kelola. Prestasi terbaiknya: nge-short poundsterling dan baht Thailand pd masa krisis Asia 1998.
Jangan pernah percaya pd analisis seorang spekulator, sangat mungkin ada agenda tersembunyi di baliknya.
Tapi mungkin juga krisis ini jadi yg terburuk sejak Great Depression, tergantung antisipasi pemerintah Obama.
December 10th, 2008 at 8:26 am
kalau memang cycle, sebenarnya bisa dicari root cause-nya (ini seperti orang teknis lakukan). Sehingga antisipasi sudah bisa kita lakukan sebelum resesi itu datang (jadi tidak hanya mengandalkan luck factor saja, harus ada perhitungannya). namun ini masalah ekonomi. apakah bisa dianalisis dengan RCA (root cause analysis) pak?
pratolo.com
Ini pertanyaan yg sulit mbah…tapi saat ini saya, dengan segala keterbatasan, sedang melakukan riset akar penyebab krisis kali ini.
Tunggu, sabar ya mbah…mudah-mudahan nanti postingan berikutnya memuaskan mbah…
Tapi patut diingat bahwa variable terkontrol dalam ekonomi lebih sedikit dan lebih sulit dikendalikan daripada variable terkontrol dalam engineering, ini yg membuat ekonomi itu sulit diprediksi.
December 23rd, 2008 at 10:55 pm
Melihat perkembangan ekonomi terbaru,saya perlu menambahkan data, bahwa krisis ekonomi kali ini berdampak lebih buruk daripada th 1989, dan sudah mendekati krisis era Carter-Reagan 1979-1982 (lihat index di atas).
Kerugian akibat meledaknya gelembung finansial di 2008 adalah 10 triliun dollar (kerugian yg terbesar sejak Great Depression)
Pertumbuhan ekonomi di kuartal terakhir 2008 minus 6% terburuk sejak resesi ekonomi 1982 (-6,4%).
Belanja konsumen, yg mencerminkan dua pertiga kegiatan ekonomi, minus 3,8% merupakan penurunan belanja konsumen terburuk sejak resesi 1980 (-8,6%).
Sampai hari ini, krisis ekonomi kali ini sudah berlangsung 12 bulan, merupakan yang terpanjang sejak resesi 1981-82 (berlangsung 16 bulan).