The Greatest Company on Earth

The best and greatest companies in the world may not as strong as you might think. Here is the story.

 

Business Week 50 Best Performers

 

BusinessWeek menerbitkan versi mereka tentang 50 perusahaan terbaik dalam edisi 23 April 2008. Menurut anda siapakah yang terbaik dari 50 perusahaan ini?

Saya berikan clue: kriteria terbaik BusinessWeek didasarkan pada data 36 bulan (1) rata-rata ROE; dan (2) pertumbuhan penjualan (untuk perusahaan non-finansial) atau pertumbuhan asset (untuk perusahaan financial).

 

Sudah mendapat gambaran siapa yang terbaik, jawara dari para juara?

ExxonMobil?

Bukan. Exxon peringkat 50, paling buntut.

Coca Cola?

Bukan. Coca Cola peringkat 45.

Microsoft?

Bukan. Microsoft peringkat 41.

Schlumberger?

Bukan. Schlumberger peringkat 35.

Aha, itu pasti Google?

Salah. Google hanya peringkat 34.

Hmm..Starbucks?

Tebakan anda membaik. Starbucks peringkat 16.

Oh tak salah lagi, Apple?

Oho, anda makin pintar. Apple peringkat 6.

 

Baiklah,anda sudah 7 kali menebak, cukup. Peringkat 1 perusahaan terbaik BusinessWeek adalah Coach.

Perkenalkan: ini adalah produsen dan peritel tas tangan dari New York. Coach membukukan rata-rata pertumbuhan penjualan 24% dan rata-rata ROE 61% selama 3 tahun terakhir. Competitive edge Coach adalah: strategi positioning brilliant, kekuatan brand, dan daya tarik desain. Tapi itu sebelum krisis ekonomi, setelah kuartal 1 2008, perhatikan bagaimana nasib perusahaan terbaik ini.

 

coach-inc.png

 

 

Lesson No.1: The Best Company (for ROE and Growth) can’t stand the economic crisis.

 

Fortune 20 Most Admired Companies

 

Kriteria yang lebih lentur digunakan oleh Fortune untuk menyusun 20 Most Admired Company 2008, yakni dengan mensurvei 3,700 responden untuk menyebutkan perusahaan yang paling mereka kagumi. Untuk menyusun daftar ini, orang tak perlu tahu tentang ROE dan Growth perusahaan itu. Dan inilah hasilnya, mirip dengan tebakan anda sebelumnya.

  1. Apple
  2. Berkshire Hathaway
  3. GE
  4. Google
  5. Toyota
  6. Starbucks
  7. FedEx
  8. P&G
  9. Johnson & Johnson
  10. Goldman Sachs
  11. Target
  12. Southwest Airlines
  13. AmEx
  14. BMW
  15. Costco
  16. Microsoft
  17. UPS
  18. Cisco
  19. 3M
  20. Nordstorm

 

Perhatikan kinerja saham Apple berikut. Sejak Steve Jobs comeback, Apple bangkit gagah perkasa. Seorang eksekutif Apple dengan jumawa berkata, Apple bukan perusahaan gadget, melainkan perusahaan desainer (dia merujuk pada desain iPod, iPhone, dan Mac yang cool abis). Tapi tengok apa yang terjadi saat Steve Jobs dikabarkan sakit dan cuti.

 

apple-inc.png

 

 

Lesson No.2: Some Best Companies can’t stand without its charismatic leader.

 

The Greatest Company of Fortune 500

 

Kriteria yang lebih kondang adalah yang digunakan Fortune dalam menyusun 500 perusahaan terbesar di USA.

Dasar kriteria: kapitalisasi pasar. Inilah Top 10 Fortune 500 di 2008:

  1. Wal-Mart Stores
  2. ExxonMobil
  3. Chevron
  4. GM
  5. ConocoPhillips
  6. GE
  7. Ford Motor
  8. Citigroup
  9. Bank of America
  10. AT&T

 

Perhatikan baik-baik daftar Top 10 di atas, baca lagi Mas, Mbak, Pakde, Bude, Aa’ Teteh.., apa ada yang lucu pada daftar itu?

Yes, ada ironi dalam daftar itu.

GM menjelang bangkrut.

Ford Motor tidak beda dengan saudaranya asal Detroit.

Citigroup terjangkit asset beracun dan sedang limbung.

Bank of America sekarat menunggu pertolongan Om sinterklas Obama.

Exxon, Chevron, Conoco? Saya akan bahas mereka kemudian

 

Lesson No.3: Even the Largest Company won’t last forever.

 

It’s like Roman Empire, it will fall someday

 

Seperti kakek anda, yang suka mengenang jaman keemasan masa mudanya sambil bermain dengan burungnya, anda tak dapat menyalahkan sebuah perusahaan karena beranjak tua dan mulai letih. Woolworth, sebuah perusahaan retail yang berdiri 1878, menjadi toko retail terbesar di dunia selama lebih dari seratus tahun. Pada masa itu Woolworth eksis di setiap kota di Amerika, pada saat itulah ia mulai kehabisan ruang untuk tumbuh. Woolworth tutup di tahun 1997.

 

It has suffered a couple of unprofitable years. It can still make profit, but it will never be spectacular performer it was when it was younger. Old companies that were great earners in the past can’t be expected to keep up the momentum.

 

U.S Steel, General Motors, and IBM are three prime examples of former champions whose most exciting days are behind them. U.S Steel was once an incredible hulk, the first billion-dollar company on earth. Railroads needed steel, cars needed steel, skyscrapers needed steel, and U.S Steel provided 60% of it. At the turn of this century, no company dominated its industry the way U.S. Steel dominated steel industry, and no stock was as popular as U.S. Steel. It was the most actively traded on Wall Street. The steel business was a fantastic business to be in, and US Steel prospered through both world wars and six different presidents. The stock hit an all-time high of $108 7/8 in August 59.

 

This was beginning of the electronic age and the end of the industrial age and the glory of steel. After all, US Steel was classed as a blue chip, but it is now traded at $17.89. While Dow Jones Industrial Index constantly increases since 1959, U.S Steel consistently decreases since then.

 

Lesson No.4: No matter how powerful it may be today, a company won’t stay on top forever. Being called a blue-chip or a world-class company can not save a company whose time is past. Remember the Roman Empire.

 

The ‘Supreme’ Industry: Oil

 

ExxonMobil adalah perusahaan dengan laba terbesar sepanjang sejarah perusahaan public di dunia. Laba Exxon $ 45 miliar di 2008. Peringkat kedua dalam sejarah? Exxon di 2007. Peringkat ketiga? Exxon di 2006. Terima kasih kepada windfall profit harga minyak dunia.

 

Tapi tunggu dulu. Saya tidak menulis artikel ini untuk bercerita tentang perusahaan yang berdiri di surga dan akan bertahan selamanya.

 

Sejak merger di 1999 dengan Mobil, total basis cadangan minyak dan gas alam Exxon nyaris tak bertambah, sedangkan produksi terus menurun. Membeli perusahaan minyak lain ternyata tak mampu membuat Exxon tumbuh lagi. Inilah Woolworth pada industri minyak.

 

Kini Exxon lebih mengandalkan gas alam yang kurang bernilai dibanding minyak. Krisis global tak terkecuali menghantam Exxon, dengan harga minyak kembali di bawah $ 50, belanja modal (capex) Exxon naik 50% selama 5 tahun terakhir. Sekedar untuk bertahan, Exxon menghabiskan modal lebih banyak. Dan tidak seperti Chevron, Exxon terlalu arogan untuk melirik energi alternatif seperti geothermal. Rex Tillerson, CEO Exxon, bukan tidak menyadari bahwa pergeseran dalam bahan bakar fosil telah tiba (Peak Oil Theory), tapi seperti tipikal eksekutif dengan visi jangka pendek, Rex berpendapat masa energi alternatif baru dimulai berpuluh tahun lagi, yakni setelah tahun 2050.

 

Persoalan senjakala industri tidak hanya dihadapi Exxon. BP telah banyak kehilangan volume cadangan gas dalam beberapa tahun ini karena konflik dengan pemerintah Russia (Gazprom) yang memaksa BP untuk melirik energi alternatif biofuel. Sementara itu Total mulai menjajaki energi nuklir.

 

Persoalan juga datang dari apa yang disebut dengan kompetisi. The Seven Sisters kini bukan lagi ExxonMobil, Chevron, BP, Shell, Total, ConocoPhillips; melainkan National Oil Company yakni: Saudi Aramco, Gazprom Russia, PetroChina, National Iranian Oil Company (NIOC), Petrobras, dan Petronas. (Pertamina dimana ya? Oh di gedung DPR sedang dengar pendapat dengan anggota dewan yang terhormat).

 

Ditambah lagi pemerintah Venezuela, Ecuador, Bolivia yang mengusir ExxonMobil dan ConocoPhillips, serta menasionalisasi cadangan minyak mereka. Sebuah perubahan besar pelahan mulai pasti terjadi di industri minyak, seperti halnya industri baja di masa lalu.

 

The Rise of the Rest Company

 

Dell pernah memimpin pasar PC di USA, tapi kini disalip oleh HP, dan Dell terus berusaha mengurangi cost untuk bertahan sambil melakukan inovasi. Sony pernah menjadi merek generik untuk peralatan elektronic, namun kini dihadang oleh Samsung.

 

Berhati-hatilah dengan industri yang sangat masif dengan kompetisi. Siapa yang lengah, akan cepat tersingkir.

 

Kesimpulan pratolo.com

Read carefully your company annual report. It really means and truly signs something important.

Annual report dibuat untuk dibaca dan dipahami, bukan hanya untuk diperlombakan dan dibuat pajangan lemari kerja kantor.

Memalukan bila anda seorang eksekutif tapi tak memahami annual report perusahaan anda sendiri.

  • Keep alert with your business environment.
  • There is no such supreme industry!
  • Don’t be arrogant and so confident with your industry as yourself is getting old, tired, and finally decease.

 

 

“Dust in the wind, all they are is dust in the wind.

Just a drop of water in an endless sea.
All we do, crumbles to the ground, though we refuse to see.

Dust in the wind, all we are is dust in the wind.”
- Kansas –

 

Copyright © March 2008 pratolo.com

This entry was posted on Friday, March 13th, 2009 at 1:36 am and is filed under Industry Highlights. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

7 Responses to “The Greatest Company on Earth”

  1. Investor Awam Says:

    Kesimpulan bagus….

    Dalam ilmu kenegaraan, kesimpulan anda juga memprediksi super power Amerika juga akan turun menjadi no.2 atau no.3. Watch out china is catching up!

    Dan untuk sementara, dalam urusan otomotif, US bukan no 1 lagi. Akhir tahun lalu, Toyota sudah memimpin. Walau mengalami kerugian pertama dalam 15 tahun terakhir, Toyota kokoh dari sisi keuangan. Sangat kontras dengan si no 2, 3, dan 4: GM, FORD, dan Chrysler yang megap-megap.

    pratolo.com
    Terimakasih Bro,
    Kita sepertinya sepaham dengan Fareed Zakaria dlm The Post-American World tentang disalipnya US oleh china,india,brazil,russia (russia akan kembali digdaya setelah ‘mengubur’ Karl Marx selamanya). Watch out THE RISE OF THE REST!
    US akan kehilangan dominasinya dimulai dari krisis gombal kali ini.

  2. alris Says:

    Kapan Pertamina mengikuti langkah Venezuela, Ecuador, Bolivia yang mengusir penghisap minyak bumi nusantara? Kalo udah kiamat kaleeeeee…

    pratolo.com
    Hehe. Pernah baca The Confession of Economic Hit Man?

  3. bagas Says:

    Mencerahkan sekali penjelasannya… Hebat ya Pak edy pratolo, analisis ekonomi yang cukup kuat dan bagus sekali untuk ukuran lulusan teknik. Pak, saya sedang mencari data tentang sejauh mana dampak krisis global khususnya terhadap industri kimia. Mungkin sekaligus langkah2 untuk bisa bertahan dari krisis ini. Apa Pak Edy berkenan membantu saya? Terimakasih

    pratolo.com
    Terimakasih telah berkunjung Mas Bagas.
    Utk dampak krisis ekonomi global thd industri kimia, saya akan coba membantu, khususnya yg bersifat commodities.
    Hubungi saya lewat japri saja.

  4. Irma Devita Says:

    Wow.. analisis dan uraian yang sangat menarik sekali. Saya jadi merasa curious tentang bagaimana caranya agar suatu perusahaan bisa selalu bertahan di ranking atas? Karena secara manusiawi saja, semakin tua umur kita, akan semakin kurang agresif dalam melakukan inovasi dan lelah berkompetisi.
    Salam kenal ya pak.. terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Semoga blognya semakin berjaya!

    pratolo.com
    Ekonom J.Schumpeter dalam bukunya menyebut bahwa proses ‘Creative Destruction’ merupakan kewajaran dalam dunia bisnis. Perusahaan2 yg telah tua dan lelah utk berkompetisi di dalam pasar & berinovasi pada akhirnya akan hancur. Inilah business cycle.
    Terimakasih atas kunjungannya Bu Irma. Semoga Ibu juga mendapatkan pahala dari blog Ibu yg amat berguna.

  5. ranids Says:

    hmmmm untung daku mampir kesini ed, jadi tau deh kalo pertamina terlalu disibukkan ama DPR hahaha :p
    Tapi emang banyak loh bisnis yg mengandalkan bosnya, terutama di industri IT dan kreatif… bagaimanapun, dia itu si ideamaker……. that’s why regenerasi itu perlu !!

  6. swandito Says:

    Interesting om Edy ! Sekedarkan menambahkan bahwa Chevron dengan Technology Venture-nya sedang focus mengembangkan Bio-Fuel saat ini. Sadar diri bahwa the long term issues untuk fossil fuel adalah semakin mahalnya development costs, product costs & environmental impacts

  7. niwdeasir Says:

    Menurut prediksi prof dr rusia amerika akan terpecah belah tahun 2010. Enaknya bagaimana menyikapinya,apakah investasi di emas saja,melakukan hedging. Atau justru menyiapkan strategi mengambil keuntungan dari gonjang ganjing pasar valas?

    pratolo.com
    sorry bro, i dont believe in any prediction or forecast, even from its experts.
    i believe in one thing: no body can predict the future
    jangan hedging di valas jika tidak expert dibidang ini (baik skill maupun waktu), percayakan saja pada fund manager yg berkelas.
    hedging emas bagus, tp jika sekarang mungkin sudah agak telat,harganya sudah all-time high (kalau tdk salah).
    investor yg baik adalah investor yg lebih dahulu mengantisipasi aksi investor lain :)

Leave a Reply