<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: False Fundamental of Finance and Market Forecasting</title>
	<atom:link href="http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/</link>
	<description>venture &#124; value &#124; virtue</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jul 2010 17:17:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Edi Santosa</title>
		<link>http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/comment-page-1/#comment-447</link>
		<dc:creator>Edi Santosa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 08:51:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/#comment-447</guid>
		<description>Wah...makin menarik. Saya ingin ikut berkomentar ya pak Pratolo. Unt komen dari Investor Awam, point 3. Prediksi sales ......saya lebih berani bertaruh uang saya ke orang yang telah 5 kali menyelesaikan marathon akan menyelesaikan marathon berikutnya daripada orang yang 5 kali gagal berturut2. Ini adalah contoh data historis dan digunakan untuk memproyeksi masa depan. 

Menurut saya contoh orang berlari marathon (asumsi org yg sama) tidaklah apple to apple dibandingkan dengan prediksi sales. Saya setuju dengan pendapat pak Pratolo &quot;Menurut saya, volume sales masa datang independen dari volume sales masa lalu. Konsumer membeli produk/jasa saya dengan mempertimbangkan harga produk, ketersediaan produk pesaing, daya beli, ketersediaan barang substitusi, kemasan/feature produk, discount, prestise produk/brand, dan banyak variabel lain yang tdak dapat saya sebutkan satu-persatu.&quot; Kata kuncinya adalah ketidak adanya korelasi atau &quot;independen&quot;. Hampir sama dengan lemparan koin ke 1 head, 2 head, 3 head..apakah yg keempat? Independen. No correlation. Cuman kalau pelari marathon (kembali ke point 3 dari Investor Awam)..tentu saja ada korelasi..dan saya juga setuju kalau dikatakan..&quot;saya lebih berani bertaruh uang saya ke orang yang telah 5 kali menyelesaikan marathon akan menyelesaikan marathon berikutnya daripada orang yang 5 kali gagal berturut2.&quot;. Kenapa? Karena terhadap org yg sama (si pelari marathon) tentu ada korelasi dengan apa yg terjadi  terhadap ybs sebelumnya, apalagi kalau ybs terus berlatih lari dgn giat (hehehe)..pastinya past record sangat menentukan. Bukankah manusia adalah creature of habit? Sehingga pattern masa lalu seseorang, sangat berpengaruh (dan tentu saja ada korelasinya) dengan future org tersebut. Sekedar ikut berpendapat dan sharing.

pratolo.com
Human nature is probability blind. Sifat dasar manusia adalah suka melakukan interpretasi dan melihat pattern bahkan pada suatu hal yang sebetulnya acak.
Sifat ini, yang disebut cognitive bias oleh beberapa peneliti behavioral economics, membuat manusia seringkali terlalu percaya diri dalam membuat prediksi. (Baru-baru ini Sri Mulyani mengkritik prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh IMF yang seringkali meleset).
Psikolog Thomas Gilovich dalam buku How We Know What Isn&#039;t So, menyebut karakteristik manusia ini sebagai clustering illusion. Ia meneliti fenomena Hot hand dalam sports. Hot hand adalah sebutan penggemar basket dan softball untuk pemain yang sering memasukkan / memukul bola dengan tepat. Di cabang sepakbola misalnya, seringkali wartawan menyebut Frank Lampard sedang &#039;on fire&#039; karena dalam beberapa laga Chelsea terakhir Lampard selalu mencetak gol. 

Thomas Gilovich melakukan riset komprehensif dan menemukan bahwa responden beranggapan bahwa pemain yang sedang on-fire (hot hand) berpeluang 0,7 untuk mencetak gol yang berikutnya (shoot in streaks). Setelah meneliti kasus-kasus empirik beberapa pemain hot hand di beberapa klub softball dan basket, Gilovich menemukan bahwa probabilitas pemain-pemain hot hand / on fire untuk mencetak gol antara 0,46 - 0,56. Artinya probabilitas ini tidak jauh dari 50-50 untuk memasukkan atau tidak memasukkan bola. Bandingkan dengan prediksi para pengamat sports yang 70-30 (overconfident).
Dalam olahraga, hasil laga selanjutnya tidak ada korelasi dengan hasil laga sebelumnya (independen).
Tapi Thomas Gilovich menegaskan bahwa memasukkan bola tidak berarti semata-mata ditentukan oleh kebetulan belaka. Skill pemain tetap menentukan. Yang perlu dipahami adalah &lt;em&gt;hasil &lt;/em&gt;laga &lt;em&gt;selanjutnya&lt;/em&gt; independen dari &lt;em&gt;hasil &lt;/em&gt;laga &lt;em&gt;sebelumnya&lt;/em&gt;.

Saya memakai dasar penelitian behavioral economist pada kasus penjualan. Benar bahwa &lt;em&gt;kemampuan &lt;/em&gt;manajemen menentukan hasil. Tapi hasil penjualan saat ini adalah &lt;em&gt;independen &lt;/em&gt;dari hasil penjualan tahun lalu. Kesesatan dari metode regresi pada penjualan, ia meringkas prediksi menjadi suatu persamaan linier y = A x + B. Sehingga bahkan dengan data penjualan 10 tahun terakhir, seseorang dapat meramalkan penjualan untuk 30 tahun ke depan. Yang lebih menyesatkan, cara regresi yang sama juga seringkali digunakan orang untuk memprediksi harga komoditi seperti crude oil, CPO, gold, nikel. Hasilnya sungguh ngawur.

Anggaplah hasil penjualan ditentukan oleh skill manajemen. Hal ini tidak menjelaskan mengapa manajemen tangguh di perusahaan solid seperti Apple, Astra Otomotif, Astra Agro, Toyota Motors tidak dapat menghindari penurunan penjualan di saat krisis ekonomi. Ada variable eksternal lain yang menentukan keberhasilan manajemen, yang seringkali diabaikan oleh para analis. Oleh karena itu, Benjamin Graham menyarankan investor untuk memegang teguh margin of safety sebagai pengaman dari analisis yang overconfident.

Terimakasih utk sharing Pak Edi Santosa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah&#8230;makin menarik. Saya ingin ikut berkomentar ya pak Pratolo. Unt komen dari Investor Awam, point 3. Prediksi sales &#8230;&#8230;saya lebih berani bertaruh uang saya ke orang yang telah 5 kali menyelesaikan marathon akan menyelesaikan marathon berikutnya daripada orang yang 5 kali gagal berturut2. Ini adalah contoh data historis dan digunakan untuk memproyeksi masa depan. </p>
<p>Menurut saya contoh orang berlari marathon (asumsi org yg sama) tidaklah apple to apple dibandingkan dengan prediksi sales. Saya setuju dengan pendapat pak Pratolo &#8220;Menurut saya, volume sales masa datang independen dari volume sales masa lalu. Konsumer membeli produk/jasa saya dengan mempertimbangkan harga produk, ketersediaan produk pesaing, daya beli, ketersediaan barang substitusi, kemasan/feature produk, discount, prestise produk/brand, dan banyak variabel lain yang tdak dapat saya sebutkan satu-persatu.&#8221; Kata kuncinya adalah ketidak adanya korelasi atau &#8220;independen&#8221;. Hampir sama dengan lemparan koin ke 1 head, 2 head, 3 head..apakah yg keempat? Independen. No correlation. Cuman kalau pelari marathon (kembali ke point 3 dari Investor Awam)..tentu saja ada korelasi..dan saya juga setuju kalau dikatakan..&#8221;saya lebih berani bertaruh uang saya ke orang yang telah 5 kali menyelesaikan marathon akan menyelesaikan marathon berikutnya daripada orang yang 5 kali gagal berturut2.&#8221;. Kenapa? Karena terhadap org yg sama (si pelari marathon) tentu ada korelasi dengan apa yg terjadi  terhadap ybs sebelumnya, apalagi kalau ybs terus berlatih lari dgn giat (hehehe)..pastinya past record sangat menentukan. Bukankah manusia adalah creature of habit? Sehingga pattern masa lalu seseorang, sangat berpengaruh (dan tentu saja ada korelasinya) dengan future org tersebut. Sekedar ikut berpendapat dan sharing.</p>
<p>pratolo.com<br />
Human nature is probability blind. Sifat dasar manusia adalah suka melakukan interpretasi dan melihat pattern bahkan pada suatu hal yang sebetulnya acak.<br />
Sifat ini, yang disebut cognitive bias oleh beberapa peneliti behavioral economics, membuat manusia seringkali terlalu percaya diri dalam membuat prediksi. (Baru-baru ini Sri Mulyani mengkritik prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh IMF yang seringkali meleset).<br />
Psikolog Thomas Gilovich dalam buku How We Know What Isn&#8217;t So, menyebut karakteristik manusia ini sebagai clustering illusion. Ia meneliti fenomena Hot hand dalam sports. Hot hand adalah sebutan penggemar basket dan softball untuk pemain yang sering memasukkan / memukul bola dengan tepat. Di cabang sepakbola misalnya, seringkali wartawan menyebut Frank Lampard sedang &#8216;on fire&#8217; karena dalam beberapa laga Chelsea terakhir Lampard selalu mencetak gol. </p>
<p>Thomas Gilovich melakukan riset komprehensif dan menemukan bahwa responden beranggapan bahwa pemain yang sedang on-fire (hot hand) berpeluang 0,7 untuk mencetak gol yang berikutnya (shoot in streaks). Setelah meneliti kasus-kasus empirik beberapa pemain hot hand di beberapa klub softball dan basket, Gilovich menemukan bahwa probabilitas pemain-pemain hot hand / on fire untuk mencetak gol antara 0,46 &#8211; 0,56. Artinya probabilitas ini tidak jauh dari 50-50 untuk memasukkan atau tidak memasukkan bola. Bandingkan dengan prediksi para pengamat sports yang 70-30 (overconfident).<br />
Dalam olahraga, hasil laga selanjutnya tidak ada korelasi dengan hasil laga sebelumnya (independen).<br />
Tapi Thomas Gilovich menegaskan bahwa memasukkan bola tidak berarti semata-mata ditentukan oleh kebetulan belaka. Skill pemain tetap menentukan. Yang perlu dipahami adalah <em>hasil </em>laga <em>selanjutnya</em> independen dari <em>hasil </em>laga <em>sebelumnya</em>.</p>
<p>Saya memakai dasar penelitian behavioral economist pada kasus penjualan. Benar bahwa <em>kemampuan </em>manajemen menentukan hasil. Tapi hasil penjualan saat ini adalah <em>independen </em>dari hasil penjualan tahun lalu. Kesesatan dari metode regresi pada penjualan, ia meringkas prediksi menjadi suatu persamaan linier y = A x + B. Sehingga bahkan dengan data penjualan 10 tahun terakhir, seseorang dapat meramalkan penjualan untuk 30 tahun ke depan. Yang lebih menyesatkan, cara regresi yang sama juga seringkali digunakan orang untuk memprediksi harga komoditi seperti crude oil, CPO, gold, nikel. Hasilnya sungguh ngawur.</p>
<p>Anggaplah hasil penjualan ditentukan oleh skill manajemen. Hal ini tidak menjelaskan mengapa manajemen tangguh di perusahaan solid seperti Apple, Astra Otomotif, Astra Agro, Toyota Motors tidak dapat menghindari penurunan penjualan di saat krisis ekonomi. Ada variable eksternal lain yang menentukan keberhasilan manajemen, yang seringkali diabaikan oleh para analis. Oleh karena itu, Benjamin Graham menyarankan investor untuk memegang teguh margin of safety sebagai pengaman dari analisis yang overconfident.</p>
<p>Terimakasih utk sharing Pak Edi Santosa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: David Harvey</title>
		<link>http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/comment-page-1/#comment-440</link>
		<dc:creator>David Harvey</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 07:19:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/#comment-440</guid>
		<description>Mr.Pratolo and Mr.Investor Awam,
in the late 1970s,the share of national income of the top 1 % of income earners in the U.S soared to reach 15 % by 1999. While the top 0,1 % of income earners in the US increased their share of the national income from 2 % in 1978 to over 6 % by 1999. 
Actually, it is now the 15/1 Law, not the 80/20 or 90/1 Law.
&lt;a href=&quot;http://tinypic.com&quot; target=&quot;_blank&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i33.tinypic.com/2e55n2u.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;Image and video hosting by TinyPic&quot;&gt;&lt;/a&gt;

pratolo.com
Mr.Harvey, Wow, thanks for your pic. It is for top 0,1% and top 1%.
But how much the top 20% of income earners&#039; share of the national income?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mr.Pratolo and Mr.Investor Awam,<br />
in the late 1970s,the share of national income of the top 1 % of income earners in the U.S soared to reach 15 % by 1999. While the top 0,1 % of income earners in the US increased their share of the national income from 2 % in 1978 to over 6 % by 1999.<br />
Actually, it is now the 15/1 Law, not the 80/20 or 90/1 Law.<br />
<a href="http://tinypic.com" target="_blank" rel="nofollow"><img src="http://i33.tinypic.com/2e55n2u.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"/></a></p>
<p>pratolo.com<br />
Mr.Harvey, Wow, thanks for your pic. It is for top 0,1% and top 1%.<br />
But how much the top 20% of income earners&#8217; share of the national income?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Investor Awam</title>
		<link>http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/comment-page-1/#comment-433</link>
		<dc:creator>Investor Awam</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 13:52:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/#comment-433</guid>
		<description>Secara umum saya sangat setuju dengan tulisan anda bahwa banyak statistik yang beredar di masyarakat adalah false alarm, dan biasanya dipakai pihak2 tertentu untuk kepentingan pribadi atau golongnya saja. Misal, wartawan yang menginginkan sensasi dalam tulisannya, atau partai politik tertentu (menggunakan data income per kapita ) untuk kebutuhan politiknya. saya pikir semua itu sangat jelas digambarkan dalam tulisan di atas.

Terakhir kali saya menggunakan statistik adalah ketika kuliah econometric dan di final research tentang trading break  vs random walk model. Juga dalam international finance, yang focusnya tentang beberapa hal seperti GDP, good corporate governance, serta sistem hukum terhadap iklim ekonomi dan sebagainya. Tidak jarang, seingat saya margin error yang didapat cukup signikan sehingga terjadi korelasi (kalau nggak salah di bawah 0.2 dari max 1, correct me!) yang sangat tidak kuat pada hubungan variable x dan y. Herannya tetap saja dibuat kesimpulan tentang adanya hubungan tersebut. Hmmm... 

Gambaran anda tentang perbedaan Gaussian dan Cauchy sangat jelas. Namun ada beberapa point yang mungkin sedikit berbeda:
1. tentang liga italia, mungkin sampel data anda terlalu sedikit karena hanya menggunakan 80 sampel (1929-2009). Untuk memperbanyak sampel, anda mungkin boleh menggunakan cross sectional study dengan melibatkan liga2 yang lain. Untuk apple to apple, buatlah dalam bentuk persen yakni (juventus 27/80 x 100%, etc). Begitu juga untuk man u di liga inggris, madrid di liga spanyol, dan boca junior di liga argentina. Buatlah rata2 persen sebuah klub juara dari total jumlak klub dalam sampel. Jika sampel cukup banyak saya rasa penarikan juventus dari sampel tidak akan begitu mempengaruhi nilai rata2. (correct me!)

2. Tentang pendapatan perkapita. Kontribusi total kekayaan Bill gates terhadap pendapatan per kapita dunia adalah $50 milyar/ 5 milyar orang = $10 per tahun(atau rp 100ribu per tahun atau rp 9 ribu per bulan). anggap top 10 orang terkaya mempunyai income yang sama, maka kontribusinya terhadap rata2 hanyalah rp 90ribu perbulan. Ohya, itu total kekayaan individual, bukan income per tahun. Jika income per orang dianggap 10% dari kekayaannya akan kontribusinya adalah rp 9 ribu per bulan. (Saya rasa masih tidak significan jika dikeluarkan)

Kalau di indonesia, orang terkaya punya asset $ 5 milyar. Jumlah penduduk indonesia 200jt. Konstribusi kekayaan 10 orang terkaya indonesia adalah $50 milyar/ 200jt = $250 per tahun. Anggap income mereka adalah 10% dari total kekayaan, maka kontribusinya hanya $25 per tahun atau $2 per bulan (=rp 20 ribu).

3. Tentang prediksi sales. Tentu saja tidak ada yang tahu tentang masa depan. Semua adalah tentang prediksi. Namun, dalam ilustrasinya saya lebih berani bertaruh uang saya ke orang yang telah 5 kali menyelesaikan marathon akan menyelesaikan marathon berikutnya daripada orang yang 5 kali gagal berturut2. Ini adalah contoh data historis dan digunakan untuk memproyeksi masa depan. Bisakah hal yang berlawanan terjadi? tentu saja!  

Beberapa tahun yang lalu, di inggris ada ilmuwan yang meneliti efek bra dan kanker payudara. Maka dibuatlah penelitian dengan sample data dari seluruh daerah di dunia. Akhir kata, dia menemukan bahwa kanker payudara lebih banyak terjadi pada wanita yang menggunakan bra, dan dibuatlah kesimpulan bahwa memakai bra dapat menyebabkan kanker payudara. Dua hari kemudian, terjadi kepanikan luar biasa wanita2 di singapura. Sehari kemudian, ada artikel dari seorang dokter di koran strait times yang menganjurkan wanita2 kembali mengenakan bra mereka. Penjelasan dia sederhana, riset ilmuwan inggris tersebut sangat lugu. Secara statistic ilmuwan itu benar, namun dia tidak melihat korelasi yang lebih dalam. Ilmuwan tersebut tidak meriset lebih detail bahwa kebanyakan ibu yang tidak mengenakan bra  tinggal di daerah yang lebih tertinggal dan menyusui anaknya. Bahwa tidak menyusui mempunyai efek terhadap resiko kanker adalah korelasi yang lebih masuk akal.

Dalam tabel sales di atas, saya melihat bukan volume sales masa lalu dan volume sales masa datang yang memiliki korelasi. Tetapi kemampuan majemen di masa lalu dan kemampuan di masa mendatang yang mempunyai korelasi kuat (yang kinerjanya terlihat pada sales).

4. Ilmu statistic adalah tentang sample yang benar. Garbage in garbage out. More garbage in, more garbage out. Bukan kuantitas sample yang lebih penting, tetapi kualitas samplenya. Saya setuju dengan contoh2 anda di atas seperti kelaparan di africa, tingkat kematian dll. Bahwa data yang dipakai harus lah yang berkualitas. Contohnya dalam menghitung kepadatan penduduk. Rumusnya = tot penduduk/ luas indonesia. Namun kita tahu lebih dari 50% wilayah indonesia adalah air. Jadi rumusnya harus diganti dengan tot penduduk/ tot daratan. Namun tidak semua pulau berpenghuni. Maka hanya pulau2 berpenghuni yang dihitung. Kemudian minus hutan, sungai, dll. Jika dimasukin ke rumus, maka sebenarnya indonesia adalah negara yang bebas macet. Tentu saja ini salah. Data harus dipilah lagi antara kepadatan kota dan kepadatan desa, barulah kita bisa melihat inti masalah kependudukan di indonesia.


Ok bro, this is my humble opinion. Anyway, i love this article.

pratolo.com
Thanks bro. You are very smart indeed. And i love your blog too (&lt;a href=&quot;http://sahamfundamental.blogspot.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;http://sahamfundamental.blogspot.com&lt;/a&gt;)
by the way, saya lebih suka kesimpulan ilmuwan inggris yg lugu di atas :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Secara umum saya sangat setuju dengan tulisan anda bahwa banyak statistik yang beredar di masyarakat adalah false alarm, dan biasanya dipakai pihak2 tertentu untuk kepentingan pribadi atau golongnya saja. Misal, wartawan yang menginginkan sensasi dalam tulisannya, atau partai politik tertentu (menggunakan data income per kapita ) untuk kebutuhan politiknya. saya pikir semua itu sangat jelas digambarkan dalam tulisan di atas.</p>
<p>Terakhir kali saya menggunakan statistik adalah ketika kuliah econometric dan di final research tentang trading break  vs random walk model. Juga dalam international finance, yang focusnya tentang beberapa hal seperti GDP, good corporate governance, serta sistem hukum terhadap iklim ekonomi dan sebagainya. Tidak jarang, seingat saya margin error yang didapat cukup signikan sehingga terjadi korelasi (kalau nggak salah di bawah 0.2 dari max 1, correct me!) yang sangat tidak kuat pada hubungan variable x dan y. Herannya tetap saja dibuat kesimpulan tentang adanya hubungan tersebut. Hmmm&#8230; </p>
<p>Gambaran anda tentang perbedaan Gaussian dan Cauchy sangat jelas. Namun ada beberapa point yang mungkin sedikit berbeda:<br />
1. tentang liga italia, mungkin sampel data anda terlalu sedikit karena hanya menggunakan 80 sampel (1929-2009). Untuk memperbanyak sampel, anda mungkin boleh menggunakan cross sectional study dengan melibatkan liga2 yang lain. Untuk apple to apple, buatlah dalam bentuk persen yakni (juventus 27/80 x 100%, etc). Begitu juga untuk man u di liga inggris, madrid di liga spanyol, dan boca junior di liga argentina. Buatlah rata2 persen sebuah klub juara dari total jumlak klub dalam sampel. Jika sampel cukup banyak saya rasa penarikan juventus dari sampel tidak akan begitu mempengaruhi nilai rata2. (correct me!)</p>
<p>2. Tentang pendapatan perkapita. Kontribusi total kekayaan Bill gates terhadap pendapatan per kapita dunia adalah $50 milyar/ 5 milyar orang = $10 per tahun(atau rp 100ribu per tahun atau rp 9 ribu per bulan). anggap top 10 orang terkaya mempunyai income yang sama, maka kontribusinya terhadap rata2 hanyalah rp 90ribu perbulan. Ohya, itu total kekayaan individual, bukan income per tahun. Jika income per orang dianggap 10% dari kekayaannya akan kontribusinya adalah rp 9 ribu per bulan. (Saya rasa masih tidak significan jika dikeluarkan)</p>
<p>Kalau di indonesia, orang terkaya punya asset $ 5 milyar. Jumlah penduduk indonesia 200jt. Konstribusi kekayaan 10 orang terkaya indonesia adalah $50 milyar/ 200jt = $250 per tahun. Anggap income mereka adalah 10% dari total kekayaan, maka kontribusinya hanya $25 per tahun atau $2 per bulan (=rp 20 ribu).</p>
<p>3. Tentang prediksi sales. Tentu saja tidak ada yang tahu tentang masa depan. Semua adalah tentang prediksi. Namun, dalam ilustrasinya saya lebih berani bertaruh uang saya ke orang yang telah 5 kali menyelesaikan marathon akan menyelesaikan marathon berikutnya daripada orang yang 5 kali gagal berturut2. Ini adalah contoh data historis dan digunakan untuk memproyeksi masa depan. Bisakah hal yang berlawanan terjadi? tentu saja!  </p>
<p>Beberapa tahun yang lalu, di inggris ada ilmuwan yang meneliti efek bra dan kanker payudara. Maka dibuatlah penelitian dengan sample data dari seluruh daerah di dunia. Akhir kata, dia menemukan bahwa kanker payudara lebih banyak terjadi pada wanita yang menggunakan bra, dan dibuatlah kesimpulan bahwa memakai bra dapat menyebabkan kanker payudara. Dua hari kemudian, terjadi kepanikan luar biasa wanita2 di singapura. Sehari kemudian, ada artikel dari seorang dokter di koran strait times yang menganjurkan wanita2 kembali mengenakan bra mereka. Penjelasan dia sederhana, riset ilmuwan inggris tersebut sangat lugu. Secara statistic ilmuwan itu benar, namun dia tidak melihat korelasi yang lebih dalam. Ilmuwan tersebut tidak meriset lebih detail bahwa kebanyakan ibu yang tidak mengenakan bra  tinggal di daerah yang lebih tertinggal dan menyusui anaknya. Bahwa tidak menyusui mempunyai efek terhadap resiko kanker adalah korelasi yang lebih masuk akal.</p>
<p>Dalam tabel sales di atas, saya melihat bukan volume sales masa lalu dan volume sales masa datang yang memiliki korelasi. Tetapi kemampuan majemen di masa lalu dan kemampuan di masa mendatang yang mempunyai korelasi kuat (yang kinerjanya terlihat pada sales).</p>
<p>4. Ilmu statistic adalah tentang sample yang benar. Garbage in garbage out. More garbage in, more garbage out. Bukan kuantitas sample yang lebih penting, tetapi kualitas samplenya. Saya setuju dengan contoh2 anda di atas seperti kelaparan di africa, tingkat kematian dll. Bahwa data yang dipakai harus lah yang berkualitas. Contohnya dalam menghitung kepadatan penduduk. Rumusnya = tot penduduk/ luas indonesia. Namun kita tahu lebih dari 50% wilayah indonesia adalah air. Jadi rumusnya harus diganti dengan tot penduduk/ tot daratan. Namun tidak semua pulau berpenghuni. Maka hanya pulau2 berpenghuni yang dihitung. Kemudian minus hutan, sungai, dll. Jika dimasukin ke rumus, maka sebenarnya indonesia adalah negara yang bebas macet. Tentu saja ini salah. Data harus dipilah lagi antara kepadatan kota dan kepadatan desa, barulah kita bisa melihat inti masalah kependudukan di indonesia.</p>
<p>Ok bro, this is my humble opinion. Anyway, i love this article.</p>
<p>pratolo.com<br />
Thanks bro. You are very smart indeed. And i love your blog too (<a href="http://sahamfundamental.blogspot.com" rel="nofollow">http://sahamfundamental.blogspot.com</a>)<br />
by the way, saya lebih suka kesimpulan ilmuwan inggris yg lugu di atas <img src='http://pratolo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Karl Popper</title>
		<link>http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/comment-page-1/#comment-429</link>
		<dc:creator>Karl Popper</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 03:02:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/#comment-429</guid>
		<description>There are men with bold ideas, but highly critical of their own ideas; then try to find whether their ideas are right by trying first to find whether they are not perhaps wrong. They work with bold conjectures and severe attempts at refuting their own conjectures.

pratolo.com
Thanks Sir Popper. Your comment is an honor. 
The finance standard model (random walk) empirically has been proven to be wrong model.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>There are men with bold ideas, but highly critical of their own ideas; then try to find whether their ideas are right by trying first to find whether they are not perhaps wrong. They work with bold conjectures and severe attempts at refuting their own conjectures.</p>
<p>pratolo.com<br />
Thanks Sir Popper. Your comment is an honor.<br />
The finance standard model (random walk) empirically has been proven to be wrong model.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bdjodigdojo</title>
		<link>http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/comment-page-1/#comment-416</link>
		<dc:creator>bdjodigdojo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 05:43:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/#comment-416</guid>
		<description>sARUJUK om,

stat gausian bnyak dipake buwat kampanye kmaren n epektip,
proletar yg dikibulin mau nyontreng lg bapake yg ganteng tu.
Walo si mbah pun ada ekspektasi bapake bs mbadum2 kesejahteraan lbih baek(yg laen blm temtu jg),
mbah gak pede ptugas pajek progresip bs anti suap melawan 20 org paling mblegedu di rekiblik ini..
mbah harap budhe sri bs milih tukang tagih pajek yg nggegirisi,
yg bs malak para mblegedu buat para sodara2 qt yg kere, mbeasiswani, nyampe pada pinter ky om ed,
biar ga mudah dibeli n dikibuli, trus bs ngontrol kbijakan2 pak ganteng biar 
rekiblik qt gak njomplang2 amat kantongnya.. Amin.

nwun,
mbah bdjo

pratolo.com
wah kalo kampanye cuma tiga pasang calon,cukup dg statistik gauss krn gampang diramal.
apalagi calon itu-itu juga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sARUJUK om,</p>
<p>stat gausian bnyak dipake buwat kampanye kmaren n epektip,<br />
proletar yg dikibulin mau nyontreng lg bapake yg ganteng tu.<br />
Walo si mbah pun ada ekspektasi bapake bs mbadum2 kesejahteraan lbih baek(yg laen blm temtu jg),<br />
mbah gak pede ptugas pajek progresip bs anti suap melawan 20 org paling mblegedu di rekiblik ini..<br />
mbah harap budhe sri bs milih tukang tagih pajek yg nggegirisi,<br />
yg bs malak para mblegedu buat para sodara2 qt yg kere, mbeasiswani, nyampe pada pinter ky om ed,<br />
biar ga mudah dibeli n dikibuli, trus bs ngontrol kbijakan2 pak ganteng biar<br />
rekiblik qt gak njomplang2 amat kantongnya.. Amin.</p>
<p>nwun,<br />
mbah bdjo</p>
<p>pratolo.com<br />
wah kalo kampanye cuma tiga pasang calon,cukup dg statistik gauss krn gampang diramal.<br />
apalagi calon itu-itu juga.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mamadho</title>
		<link>http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/comment-page-1/#comment-396</link>
		<dc:creator>mamadho</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 01:52:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/#comment-396</guid>
		<description>hi honey,
i looked over your new article..hmm i think i am not a good reader. because i dont understand and not interest with those all.sorry ya...(beneran deh aku ga bisa diajak sharing kalau nulis yg beginian kayake tulisane ayah level tinggi hehehe) pokoke good luck and tetep semangat menulis deh..

pratolo.com
no problem honey.
raising children and cooking has nothing to do with statistics.
you are in safest place in the world :)
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hi honey,<br />
i looked over your new article..hmm i think i am not a good reader. because i dont understand and not interest with those all.sorry ya&#8230;(beneran deh aku ga bisa diajak sharing kalau nulis yg beginian kayake tulisane ayah level tinggi hehehe) pokoke good luck and tetep semangat menulis deh..</p>
<p>pratolo.com<br />
no problem honey.<br />
raising children and cooking has nothing to do with statistics.<br />
you are in safest place in the world <img src='http://pratolo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Susan Kishner</title>
		<link>http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/comment-page-1/#comment-390</link>
		<dc:creator>Susan Kishner</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 15:11:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pratolo.com/2009/10/21/false-fundamental-of-finance-and-market-forecasting/#comment-390</guid>
		<description>Hi there,

I looked over your blog and it looks really good.  Do you ever do link exchanges on your blog roll?  If you do, I&#039;d like to exchange links with you.

Let me know if you&#039;re interested.

Thanks..

pratolo.com
Dear Susan, I&#039;m sorry I don&#039;t have blog roll. I&#039;m blogging just for fun, not for making money or making friends.
But thank you for leaving comment here. I really do appreciate your blog. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi there,</p>
<p>I looked over your blog and it looks really good.  Do you ever do link exchanges on your blog roll?  If you do, I&#8217;d like to exchange links with you.</p>
<p>Let me know if you&#8217;re interested.</p>
<p>Thanks..</p>
<p>pratolo.com<br />
Dear Susan, I&#8217;m sorry I don&#8217;t have blog roll. I&#8217;m blogging just for fun, not for making money or making friends.<br />
But thank you for leaving comment here. I really do appreciate your blog.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
