State of Chaos
Suatu kondisi berada dalam chaos ketika sebuah aturan konvensional (conventional wisdom) tidak lagi berlaku. Suatu system disebut chaos manakala tidak lagi dapat diprediksi sebab memiliki derajat ketidakpastian yang tinggi. Chaos adalah sebuah perilaku anti-tesis dari perilaku deterministik.
Kata chaos bersumber dari mitologi Yunani untuk menyebut jejadian gelap yang tercipta bersamaan dengan sebuah penciptaan (nothingness out of existence). Literatur Islam mengenal terminology yang serupa dengan sebutan Qorin, suatu jejadian yang tercipta bersamaan dengan penciptaan seorang manusia. Terminologi chaos kemudian digunakan para ilmuwan untuk menyebut suatu ketidakteraturan atau ketidakpastian sebuah sistem.
Sebagai ilustrasi chaos yang sederhana ditemukan dalam mekanika zat cair atau fluida. Suatu aliran yang teratur dan tenang disebut aliran laminar, sebaliknya suatu aliran yang tidak beraturan dan bergejolak disebut aliran turbulen. Sebuah sistem yang tenang disebut steady state, seringkali menggunakan pendekatan matematis linier. Sebuah sistem yang bergejolak disebut sistem yang tidak teratur (unsteady state), tidak dapat menggunakan pendekatan linier.
Teori chaos atau ketidakpastian kini banyak dikembangkan dalam berbagai cabang sains: meteorologi (untuk memperkirakan cuaca), astronomy (menghitung kepadatan dan sebaran benda-benda langit), fisika kuantum (perilaku atom tidak lagi dapat diperkirakan dengan fisika deterministik Newton), ekologi dan demografi (ledakan jumlah populasi), ekonomi (distribusi pendapatan), finance (pergerakan harga pasar komoditi dan mata uang), dan bahkan dalam sports.
World of Chaos
Adalah Edward Norton Lorenz, prefesor emiritus matematika MIT, yang pertama menggunakan pendekatan teori ketidakpastian dalam meteorologi untuk memperkirakan cuaca. Edward Norton Lorenz tidak puas dengan model statistika linier sebagai dasar perkiraan cuaca dan fenomena atmosfer lain, sehingga di tahun 1963 menulis suatu paper dalam Journal of Atmospheric Sciences, yang menjadi fundamental teori chaos dalam peramalan cuaca. The Butterfly Effect adalah sebuah gagasan orisinal Edward Norton Lorenz tentang bagaimana kepakan sayap kupu-kupu di belahan benua asia dapat menyebabkan tornado di amerika utara. Butterfly effect adalah analogi bagaimana sebuah sistem chaos dapat menghasilkan perubahan besar (large variations) dari penyebab yang sangat kecil (small difference initial condition).
Dalam sports, teori chaos dikembangkan Keith Lyons dari University of Wales, untuk membantu pelatih sepakbola memperkirakan output dari suatu strategi dan taktik permainan.
Pionir teori chaos lain adalah Benoit Mandelbrot, dalam bidang ekonomi dan finance. Melalui penelitian dan studi kasus bertahun-tahun, Benoit Mandelbrot menemukan bahwa fenomena pergerakan harga di pasar komoditas (oil, cotton, gold, etc), pasar ekuitas, dan pasar mata uang (dollar vs rupiah, dollar vs euro, etc), tidak mengikuti teori deterministik random walk sebagaimana dianut oleh banyak ekonom dan pakar finance. Seorang ekonom terkemuka dari Princetown, Burton Gordon Malkiel, menulis sebuah buku bagus tentang bagaimana teori deterministik bekerja dalam pasar ekuitas, A Random Walk Down Wall Street (ironisnya, saya membeli buku ini di sale oleh sebuah toko buku terkemuka).
Random walk dalam fenomena finance dianalogikan sama dengan gerak Brown dalam fenomena fisika, serangkaian gerak acak yang tidak menyimpang jauh dari posisi awalnya, sehingga dapat digunakan pendekatan statistika Gaussian. Benoit Mandelbrot mengamati bahwa fakta di lapangan berbeda dengan teori random walk. Gambar di bawah ini menunjukkan perbedaan itu. Benoit Mandelbrot kemudian menulis sebuah artikel di majalah Scientific American, mengkritik teori random walk, dengan judul Multifractal Walk Down Wall Street.
Seperti aliran angin, pasar adalah turbulen, bukan laminar.
Ketika suatu sistem tidak lagi dapat diprediksi dengan mudah, yakni dengan teori deterministik, karena sistem itu tidak pasti dan penuh ketidakteraturan, maka di situlah chaos sedang bekerja.
Chaos tidak saja kita jumpai dalam fenomena alam, tapi juga fenomena sosial. Ketika tidak ada suatu kepastian hukum di sebuah negeri maka terjadilah chaos.
Di negeri chaos anda tidak dapat memastikan apakah seorang penegak hukum adalah seorang penegak keadilan sejati. Di negeri chaos, hukum dapat diperjualbelikan seperti di pasar-pasar. Petugas hukum menetapkan harga (offer) dan para kriminal menawar (bid). Rakyat jelata yang tidak memiliki kuasa uang (the power of money) tidak memiliki akses menuju keadilan. Di negeri chaos, indeks kepercayaan hukum sangat rendah; warga negara tidak yakin dan pesimis akan mendapatkan keadilan ketika menjalani proses hukum. Di negeri chaos, anda lebih baik tidak berurusan dengan hukum jika tidak punya banyak uang.
Di negeri chaos segala kemungkinan terburuk dapat terjadi; anda menegakkan hukum hari ini, lalu anda ditangkap dengan dakwaan membunuh esok hari. Di negeri chaos, tumbuh subur prasangka, sehingga manakala pejabat publik yang baik bertindak baik maka publik menyangka sebaliknya. Di negeri chaos tidak ada yang pasti; seorang pemimpin mengatakan Ini hari ini dan melakukan Itu di lain hari. Di negeri chaos, sering terjadi pusaran fitnah yang sangat turbulen menghancurkan bangunan-bangunan kepercayaan publik.
Di negeri chaos tak seorang pun dapat meramal dengan pasti; seorang raja dapat dinobatkan hari ini dan dimakzulkan esok hari.
Copyright (c) pratolo.com December 2009



December 20th, 2009 at 3:05 am
Are you a professional journalist? You write very well.
December 20th, 2009 at 10:22 am
Such an enjoyable read, and fantastic comments
December 22nd, 2009 at 1:18 am
Valuable thoughts and advices. I read your topic with great interest.
December 23rd, 2009 at 4:34 pm
Chaos jg asyik lho om,
Ntar kalo om ed dah bosan di suatu sistem yang established,
pasti nyari yang chaos..
Smangkin gdhe unpredictble resultnya smangkin membakar adrenalin para penantang chaos..
Pas njenegan bs menaklukkan situasi chaotic, wah, orgasmenya luar biasa…
December 24th, 2009 at 12:58 am
Kalo saya suka kaos, eh itu pakaian ya…
Sesekali chaos boleh juga, asal jangan lama2. Kalo lama sengsara, gan.
January 18th, 2010 at 2:38 pm
You must know by now, your writing goes to the core of the topic. Your lucidity leaves me wanting to know more. I am going to forthwith grab your feed to keep up to date with your online blog. Sounding Out thanks is simply my little way of saying what a masterpiece for a wonderful resource. Accept my sweetest wishes for your future publication.
February 9th, 2010 at 10:48 am
kok jarang nulis blog lagi bang…sibuk menulis buku kah?
pratolo.com
gajah mati meninggalkan belang, harimau mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan buku