The Dip, Rahasia Sukses Bisnis dan Investasi Anda

Posted on January 19th, 2009 by pratolo
Filed under Books | 3 Comments


Anda mungkin sering mendengar petuah ini: “Orang yang berhenti tidak pernah menang. Sebaliknya para pemenang tidak pernah berhenti.”

 

Lupakanlah petuah buruk itu. Para pemenang selalu dapat berhenti. Namun mereka berhenti hanya karena sesuatu yang benar dan pada saat yang tepat.

 

Bill Gates, memilih drop out dari Harvard pada tahun kedua kuliahnya (1975), kita semua tahu untuk apa, dan 32 tahun kemudian ia memperoleh honorary degree dari Harvard berkat sukses Microsoft.

 

Michael Crichton menyelesaikan studi kedokterannya di Harvard Medical School dan melanjutkan studi doktoral di Salk Institute untuk bidang ilmu biologi. Namun Crichton memilih berhenti menjadi dokter, agar dunia dapat membaca serial televisi dan novel-novelnya yang fantastis.

 

Saya dapat memberi lebih banyak lagi contoh orang-orang yang berhenti untuk sukses dan menjadi pemenang. Tapi saya memilih untuk berhenti melakukannya.

 

Ya, realitanya kebanyakan orang berhenti begitu saja. Akan tetapi mereka berhenti tanpa hasil. Lawan dari para pemenang, mereka ini adalah pecundang.

 

Anda pasti pernah mendengar istilah ’Quitter’. Ya, mereka inilah yang suka mencoba hal-hal yang baru, tapi langsung menyerah sebelum mendapatkan hasil setimpal, hanya karena menemukan kesulitan atau hambatan.

 

Adalah Paul G. Stoltz, Ph.D yang menulis buku Adversity Quotient (1999), pertama kali memperkenalkan tiga istilah berikut: Quitter, Camper, dan Climber.

 

Untuk memahami tiga istilah di atas mari kita lihat gambar 1 yang saya ambil dari buku Seth Godin berjudul The Dip (2007). Dip dalam kamus Oxford artinya ’downward slope’. Buku The Dip bercokol 4 pekan dalam daftar New York Times Bestseller, dan lebih dari 100.000 copy terjual dalam waktu sebulan.

 

dip.jpg

 


Pada saat anda mulai menyukai sebuah aktivitas (tennis, fitness, etc) anda amat bersemangat.

Pada saat anda mulai memperkenalkan sebuah produk baru ke pasar anda amat antusias.

Pada saat anda mulai berinvestasi di pasar saham anda amat optimis.

Inilah gundukan pada gambar pertama.

 

Anda bisa melakukan forehand dan backhand dengan baik. Produk anda mulai diterima pasar. Investasi anda mendapatkan imbal hasil tinggi. Anda merasa bahwa effort anda memperoleh result yang sepadan. Anda puas.

 

Tapi kemudian muncul kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan:

Anda terlalu sibuk untuk berlatih tenis secara rutin untuk menyempurnakan backhand slice dan pukulan spin anda.

Produk baru anda mulai mendapat pesaing sehingga penjualan tumbuh lambat.

Indeks harga saham jatuh dan portofolio anda minus.

Inilah cekungan pada kurva di atas. Inilah The Dip.

Read the rest of this entry »

The Greenspan Paradox

Posted on January 13th, 2009 by pratolo
Filed under Miscellaneous | No Comments

Saya telah berjanji pada seseorang untuk menulis tentang Greenspan Paradox based on his book, The Age of Turbulence, the other book, The Greenspan Bubble, and an article from Joseph E.Stiglitz, tapi karena akhir tahun dan awal tahun ini saya cukup sibuk, apa boleh buat, saya terpaksa upload summary-nya saja. Semoga memuaskan

Fooled by Inflation

Posted on December 27th, 2008 by pratolo
Filed under Investing Basics | 3 Comments

The central bankers were in denial because the official inflation index did not register any significant movements. It must have been in people’s heads. But this was nonsense. The problem was that the official inflation index no longer reflected many people’s personal shopping basket.

Causes of Crisis: Derivatives, Massive Debt, and Excessive Leverage

Posted on December 18th, 2008 by pratolo
Filed under Analysis | 20 Comments

Para ekonom pintar itu seharusnya ingat ledakan bubble ekonomi Jepang tahun 1989 dan ledakan bubble ekonomi Asia tahun 1998. Kedua ledakan ini memiliki ciri yg sama: “each downturn was preceded by a period of non-inflationary growth exuberant enough to lead many commentators to suggest that a ‘new era’ had arrived.”

Costs for Options

Posted on December 10th, 2008 by pratolo
Filed under Behavioral Finance | 3 Comments

Eksperimen Ariely dan pengalaman saya menegaskan bahwa tersedianya berbagai pilihan pada dasarnya mengarah kecenderungan pada hasil yang tidak optimal, terlebih lagi jika Anda bukan jenis orang yang tangkas dalam mengambil keputusan. Penderita ’decision paralysis’ dan ’status quo bias’ seringkali menemukan dirinya bingung dalam memilih diantara dua pilihan, apalagi ketika dihadapkan pada pilihan yang beragam.

Worst Since 1989

Posted on November 20th, 2008 by pratolo
Filed under Survey & Research | 5 Comments

How long could a downturn last? Surveying dozens of recessions around the globe, the IMF survey says that the combination of lower home values and stock prices, coupled with a credit contraction, could extend economic doldrums to three years, compared with less than one year for the typical recession. Why? Partly because it takes a while for consumers to realize their predicament, then even longer to start splurging again.

Earning, Earning Growth, and Philosophy of Stock Market

Posted on November 10th, 2008 by pratolo
Filed under Investing Basics | 6 Comments

“A financial theory stating that the market value of a firm is determined by its earning power and the risk of its underlying assets, and is independent of the way it chooses to finance its investments or distribute dividends.”