Earning, Earning Growth, and Philosophy of Stock Market

Posted on November 10th, 2008 by pratolo
Filed under Investing Basics | 6 Comments


I think I’ve already written many serious articles on this blog, but I consider this article is the most serious one so far. It’s all about earning and the philosophy of stock market. You can translate my post instantly from Indonesian to English using http://translate.google.com

 

bull-bear.jpgHari-hari ini manakala bursa efek jatuh, banyak orang Indonesia membicarakan tentang stock market. Kebanyakan orang berkomentar negatif. Seorang mantan jenderal berkomentar bahwa stock market adalah judi. Tidak sedikit yg bilang bahwa stock market adalah riba. Banyak juga yg berkata stock market bukan sector riil.

 

As far as I know, when most people say about some specific subject,” It is A”, the truth will be “It is not A.” As a matter a fact: most people do not learn what they need to know, they only listen to what others say. And the fact is: only a few people really learn what they really want to know.

 

Stock market bukanlah judi. Stock market juga bukan riba. Yang saya maksud adalah stock market, bukan instrumen derivatif dari stock market seperti options. Berinvestasi di stock market bukan judi jika yg jadi pedoman dalam berinvestasi adalah earning.

 

Earning dalam bisnis artinya laba, yaitu revenue dikurangi biaya-biaya. Ada berbagai definisi earning dalam kosakata finansial, namun yg saya maksud earning dalam artikel ini adalah laba bersih setelah pajak. Earning inilah yg sebenarnya mendasari filosofi stock market.

 

The Philosophy of Stock Market

 

Pada tahun 1877 di desa Pitisbruk tinggal beberapa puluh keluarga. Setiap beberapa keluarga membentuk satu badan usaha. Setiono bergabung bersama Novyanto dan Suharsoyo membentuk usaha kerajinan marmer dan furnitur. Oka, Parmo, dan Susanto mendirikan peternakan sapi perah. Joko dan Andrian membuat peternakan ayam. Agung, Bambang, dan Yoyok membentuk bank simpan-pinjam. Tarigan, Sitorus, Sirait, dan Sihombing membuka perkebunan kelapa sawit. Ahong, Anto, dan Acong mendirikan pabrik minyak goreng. Beberapa keluarga membentuk satu perusahaan kecil, sehingga desa kecil itu tumbuh menjadi desa industri kecil terintegrasi. Makin lama makin banyak imigran dari tempat lain datang dan membentuk usaha di desa Pitisbruk.

 

Setiap badan usaha menghasilkan earning, dan setiap orang yg memiliki saham sebuah usaha mendapatkan bagi hasil dari earning tersebut yg disebut deviden.

 

Suatu ketika karena suatu hal, Joko harus pindah meninggalkan desa Pitisbruk untuk hidup di kota lain. Untuk itu Joko berniat menjual saham peternakan ayam miliknya. Karena di kota itu belum ada media cetak, Joko terpaksa mendatangi satu persatu rumah untuk menawarkan sahamnya, sampai akhirnya Sitanggang bersedia membeli sahamnya. Tak lama setelah itu datanglah orang baru bernama Broto mendirikan surat kabar lokal di desa itu, ”Pitisbruk Post”. Rupanya Joko bukan orang pertama yg harus pindah dari kota itu. Seiring berjalannya waktu makin banyak orang pindah, dan tidak sedikit pula yg datang. Berkat surat kabar ”Pitisbruk Post”, kini lebih mudah bagi orang yg ingin menjual sahamnya. Tak lama setelah memasang iklan biasanya calon pembeli saham telah berdatangan ke rumahnya. Sambil mengepak barang, terjadilah transaksi pemindahan kepemilikan sebuah badan usaha.

Read the rest of this entry »

Overreacted and The Way of Calm Investor

Posted on October 21st, 2008 by pratolo
Filed under Behavioral Finance | No Comments

Di th 1985, pakar behavioral finance Werner de Bondt dan Richard Thaler menulis dalam Journal of Finance dengan judul “Does the Market Overreact?”. Dalam studi ini, keduanya meneliti return dari NYSE dalam periode tiga tahunan. Dari seluruh pilihan saham yg listing di Wall Street ini, setiap periode 3 tahunan mereka memilih 35 VALUE STOCK berkinerja [...]

Smile! Crash 2008 is Fun!

Posted on October 11th, 2008 by pratolo
Filed under Miscellaneous | 4 Comments

 

Mr.Market, Dr.Jekyll and Mr.Hyde

Posted on October 10th, 2008 by pratolo
Filed under Value Investing | No Comments

Perilaku market dunia, khususnya Indonesia saat ini mengingatkan saya akan novel klasik Robert Louis Stevenson, Dr.Jekyll and Mr.Hyde.
Alkisah Mr.Market mengetuk pintu likuiditas Anda sebagai Dr.Jekyll yg berperilaku baik dan gentleman. Ia menawarkan janji return yg spektakuler mengalahkan semua investasi lain (emas, tanah, deposito). Anda tertarik dan menanamkan uang yg Anda cari dgn bekerja keras. Tiga [...]

Happy Eid Al-Fitr

Posted on September 30th, 2008 by pratolo
Filed under Miscellaneous | 2 Comments

Amalan Saliha is kind of investment. We do it now, and harvest it later.
They who have no patience cash out right away, but have nothing left.
Happy Eid Mubarak. Taqabalallahu minna wa minkum.

18 Warnings to Individual Investors

Posted on September 29th, 2008 by pratolo
Filed under Value Investing | 2 Comments

Peter Lynch, the greatest mutual fund manager ever, gave us these warnings to individual investors which is notable in this current market fluctuation.

Sometime in the next month, year, or three years, the market will decline sharply.
Market declines are great opportunities to buy stocks in companies you like. Corrections -a Market’s definition of going down a [...]

Stock (Company) You Must Avoid

Posted on September 25th, 2008 by pratolo
Filed under Business Strategy | No Comments

As an alternative tool to investigate a company’s prospect, besides B/S (Balance Sheet) and P/L (Profit/Loss Statement), Peter Lynch told us to sniff around its management culture. Solid and visionary management is an early sign of good stock performance, otherwise it indicates early sign of decline and you should abandon its [...]